READ MORE - Tabir Jodoh's NOTES ~~ Mau Tau Rasanya ?
Minggu, 25 Juli 2010
Zikrullâh (Mengingat Allah SWT)
Zikrullâh (mengingat Allah) adalah amalan yang paling utama di sisi Allah SWT, sebagaimana firman-Nya (yang artinya): Sesungguhnya mengingat Allah itu lebih besar (keutama-annya) (QS al-Ankabut: 45).
Rasulullah SAW. juga pernah bersabda, "Maukah aku kabari kalian dengan suatu amal yang paling baik dan paling suci di sisi Tuhan kalian, yang paling meninggikan derajat kalian di sisi-Nya…?" "Tentu saja," jawab para Sahabat. Beliau lalu berkata, "Zikrullâh (mengingat Allah)." (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan Ibn Majah).
Rasulullah SAW. juga pernah bersabda, "Maukah aku kabari kalian dengan suatu amal yang paling baik dan paling suci di sisi Tuhan kalian, yang paling meninggikan derajat kalian di sisi-Nya…?" "Tentu saja," jawab para Sahabat. Beliau lalu berkata, "Zikrullâh (mengingat Allah)." (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan Ibn Majah).
ISRA’ MI'RAJ, KITAB MULIA DAN KRIPTO.
ISRA’ MI'RAJ, KITAB MULIA DAN KRIPTO.
“ Diakui beragam pemahaman tentang kisah Isra’ dan Mi'raj . Namun jika kita cermati pola bahasa Kitab Mulia dengan berbagai ‘isyaratnya’, maka kita akan dapat menyimpulkan – pada dasarnya kisah tersebut adalah Perjalanan Dimensi Ruang dan Waktu Antar Bintang - dari kawasan yang dekat (Tata Surya) ke kawasan Bintang yang ‘terjauh’, Sidratil Muntaha melewati Bintang Sirius (Asy Syi’ra). Kisah ini direkam pada penggalan sejumlah ayat pada Surat Bintang pula, sangat spesifik”.
READ MORE - ISRA’ MI'RAJ, KITAB MULIA DAN KRIPTO.
“ Diakui beragam pemahaman tentang kisah Isra’ dan Mi'raj . Namun jika kita cermati pola bahasa Kitab Mulia dengan berbagai ‘isyaratnya’, maka kita akan dapat menyimpulkan – pada dasarnya kisah tersebut adalah Perjalanan Dimensi Ruang dan Waktu Antar Bintang - dari kawasan yang dekat (Tata Surya) ke kawasan Bintang yang ‘terjauh’, Sidratil Muntaha melewati Bintang Sirius (Asy Syi’ra). Kisah ini direkam pada penggalan sejumlah ayat pada Surat Bintang pula, sangat spesifik”.
Khutbah Jum'at : Bila selalu mengingat mati (Dzikrul Maut)
KHUTBAH PERTAMA
----------------------
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخَوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُواْ رَبَّنَا إِنَّكّ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نًافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يِوْمِ الدِّيْنِ وَآَخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.
Maasyiral Muslimin jamaah jum'at rahimakumullah
Tiada kata yang paling pantas kita senandungkan pada hari yang berbahagia ini melainkan kata-kata syukur kepada Allah &; yang telah mencurahkan kenikmatan- kepada kita sehingga kita berkumpul dalam majelis ini. Kita realisasikan rasa syukur kita dengan melakukan perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.
READ MORE - Khutbah Jum'at : Bila selalu mengingat mati (Dzikrul Maut)
----------------------
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخَوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُواْ رَبَّنَا إِنَّكّ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نًافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يِوْمِ الدِّيْنِ وَآَخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.
Maasyiral Muslimin jamaah jum'at rahimakumullah
Tiada kata yang paling pantas kita senandungkan pada hari yang berbahagia ini melainkan kata-kata syukur kepada Allah &; yang telah mencurahkan kenikmatan- kepada kita sehingga kita berkumpul dalam majelis ini. Kita realisasikan rasa syukur kita dengan melakukan perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.
BICARA HIDAYAH - SOLAT SUNNAH TAUBAT
DOA UNTUK SEMUA SAUDARA-SAUDARIKU
^Sudah pahamkah kita arti persahabatan?^
Bismillaah..
Saya atau siapapun tidak akan pernah bisa memahami arti sebuah persahabatan jika yang ada di benak kita bahwa sahabat adalah manusia sempurna..dia selalu ada untuk kita saat kita membutuhkan..yang selalu tahu bagaimana membuat kita tersenyum..yang selalu ingat saat kita bahagia dan tidak ingin kita bersedih dan menangis..yang selalu mengikuti setiap kata yang kita ucapkan..mengikuti setiap apa yang kita inginkan..
READ MORE - ^Sudah pahamkah kita arti persahabatan?^
Saya atau siapapun tidak akan pernah bisa memahami arti sebuah persahabatan jika yang ada di benak kita bahwa sahabat adalah manusia sempurna..dia selalu ada untuk kita saat kita membutuhkan..yang selalu tahu bagaimana membuat kita tersenyum..yang selalu ingat saat kita bahagia dan tidak ingin kita bersedih dan menangis..yang selalu mengikuti setiap kata yang kita ucapkan..mengikuti setiap apa yang kita inginkan..
Jangan Pernah Tinggalkan Shalatmu
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Ta’ala atas segala karunia, hidayah dan berjuta kenikmatan tak terhingga yang telah Dia anugerahkan kepada kita semua.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan ke haribaan baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta para keluarga, sahabat, dan semua orang yang mengikutnya hingga Hari Kemudian.
Bidadari dunia itu kamu kan ??? ayo ngaku...ngaku....ngaku !
oleh Gilang Zulfairanatama Al-Arsyad
bidadari dunia
pertama2 kita perlu meluruskan pemikiran kita yah . . mungkin masih banyak yang berpikir kalo bidadari dunia itu adalah “ibu”. padahal bukan loh . . pernah kan kawan2 ikut training pencerahan jiwa? ada kan video “dialog antara bayi dengan Tuhan”? kalo ga benar, gini dialognya :
IKHLAS DAN NIAT
Allah berfirman :
( Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Mereka itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan ) Huud : 15-16
Dari Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, dia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya segala pekerjaan itu ( diterima atau tidaknya di sisi Allah )hanyalah tergantung niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang diniatkannya, maka barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau seorang wanita yang akan dia menikah dengannya, maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan. HR. Muttafaq 'alaih.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya orang yang pertama kali diputuskan perkaranya di hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid di jalan Allah, maka dia didatangkan, dan diperlihatkan kepadanya segala nikmat yang telah diberikan kepadanya di dunia, lalu ia mengenalinya, maka Allah berkata kepadanya : apa yang telah kamu lakukan dengan nikmat ini ? maka orang itu menjawab : aku berperang di jalan-Mu sampai mati syahid, maka Allah berkata : kamu berdusta, akan tetapi kamu berperang agar dikatakan bahwa kamu adalah seorang pemberani, dan yang sedemikian itu telah diucapkan ( kamu telak dipuji-puji dst sebagai imbalan apa yang telah kamu niatkan.pent. ) maka diperintahkan supaya dia diseret di atas mukanya sampai dilemparkan di api neraka, dan seseorang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya, dan menghapal al-Qur'an, lalu dia didatangkan dan diperkenalkan kepadanya segala nikmat yang telah dikaruniakan kepadanya di dunia, maka diapun mengenalinya, maka dikatakan kepadanya : apa yang telah kamu lakukan dengan nikmat ini ? maka dia menjawab : aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain, dan membaca al-Qur'an untuk-Mu. Maka Allah berkata : kamu berdusta, akan tetapi kamu belajar dengan tujuan agar engkau dibilang seorang alim, dan engkau membaca/menghapal al-Qur'an supaya dibilang engkau seorang penghapal/pembaca al-Qur'an yang baik, dan semua itu sudah dikatakan ( kamu telah mendapat pujian yang kamu harapkan sebagai imbalan niatmu ) lalu diperintahkan agar dia diseret di atas mukanya sehingga dia dilemparkan ke api neraka, dan seseorang yang Allah berikan kepadanya keluasan rizki dan diberikan kepadanya segala macam harta, lalu dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya segala nikmat yang telah diberikan kepadanya dan dia mengenalinya, maka Allah berkata kepadanya : apa yang kamu kerjakan dengan nikmat ini ? maka dia menjawab : tidak ada suatu jalan yang Engkau suka harta yang telah Engkau berikan agar dibelanjakan padanya kecuali aku telah membelanjakan harta itu di jalan tersebut karena Engkau, maka Allah berkata : Kamu berdusta, akan tetapi kamu melakukan itu agar dibilang bahwa kamu adalah seorang dermawan dan yang sedemikian itu telah dikatakan ( kamu telah mendapat pujian tersebut di dunia sebagai imbalan dari niatmu itu ), lalu diperintahkan agar dia diseret di atas mukanya sehingga dia dilemparkan ke api neraka. HR.Muslim
Keterangan singkat :
Niat adalah dasar segala perbuatan, oleh karena itu setiap perbuatan manusia diterima tidaknya disisi Allah sebatas niatnya, maka barangsiapa mengerjakan suatu pekerjaan niatnya murni karena Allah dan mengharapkan ganjaran akhirat, sedang perbuatannya itu sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka amalnya akan diterima oleh Allah, dan barangsiapa niatnya untuk selain Allah atau tidak ikhlas karena Allah seperti dia menyekutukan-Nya dengan makhluk, maka pekerjaannya itu akan ditolak dan akan menjadi bencana baginya.
Hikmah yang dapat diambil dari ayat dan hadits di atas :
Bahwa dari syarat diterimanya amal adalah ikhlas yaitu bermaksud dengan amalnya itu karena Allah Ta'ala.
Pentingnya ikhlas, karena amal tanpa ikhlas akan menjadi bencana bagi yang
mengerjakan pekerjaan tersebut, walaupun pekerjaan tersebut termasuk dari perbuatan ibadah yang mulia ( seperti memberikan sedekah, membaca al-Qur'an, mengajarkan ilmu bagi orang lain, bahkan mati syahid dalam medan perang melawan orang-orang kafir).
Bahwa baiknya bentuk suatu pekerjaan tidak cukup untuk diterimanya amal itu di sisi Allah akan tetapi harus dibarengi dengan niat ikhlas. Wajibnya memperbaiki niat dalam segala perbuatan, dan berusaha keras untuk selalu ikhlas dalam beramal.
I K H L A S
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketha'atan kepadaNya dengan lurus."(QS. Al-Bayyinah: 5)
1. Ikhlas merupakan suatu sifat yang sangat agung, suatu rahasia dari rahasia-rahasia yang dititipkan hanya di qalbu para hamba yang di cintai-Nya. Mereka adalah manusia-manusia pilihan yang benar-benarmurni ketha'atannya serta bersih dari noda-noda syirik, terlindung dari karat-karat jahiliyyah, terbebas dari penyakit-penyakit jiwa.
Mereka adalah jiwa yang senantiasa berada dalam kecintaan kepada Al-Haq. Gerak-geriknya adalah dzikru 'l-Laah. Senyum dan tangisnya hanya karena Allah. Desah dan resahnya-pun karena Dia semata-mata. Shalatnya, 'ibadahnya, hidupnya, matinya, dan semuanya demi Allah Rabbu 'l-'Aalamiin.
2. Ikhlas adalah tingkat ihsan, yang meyakini sekalipun dirinya tidak dapat melihat Allah tapi Allah melihat apa saja yang ia kerjakan.Ia meyakini Allah bersama dengannya dimanapun ia berada. Desah na-fasnya, getar hatinya, lintasan berfikirnya, resah jiwanya selalu
merasa dalam pengawasan Allah, sang Kekasih....
"Dan Dia bersama dengan kalian dimanapun kalian ber- ada, dan Allah Maha Melihat akan apa-apa yang kalian kerjakan." (QS. Al-Hadiid:4)
3. Ikhlas itu tidak pernah memandang, menghitung-hitung apa-apa yang telah diperbuat, tidak mengharap-harap balasan/ganjaran dan tidak pernah merasa puas dengan 'amal-'amal yang telah dikerjakannya. Ia tidak membutuhkan pengakuan dirinya, hawa nafsunya, apalagi orang
lain. Ia tidak mencari keindahan. keuntungan, pujian, popularitas,fasilitas apalagi isi tas.
"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan kekayaan kalian, tapi Allah melihat kepada qalbu kalian dan 'amal-'amal kalian." (H.R. Imam Muslim)
4. Riya' merupakan penyakit yang tidak akan berjangkit didalam hati hamba Allah yang selalu ikhlas, karena keduanya bertolak belakang.Penyakit Riya' membuat seseorang ternoda dan tertolak 'amal-'amal-nya, karena Allah tidak suka disaingi oleh apapun dan siapapun.
"Janganlah sekali-sekali kamu menyangka bahwa orang- orang yang gembira dengan apa yang telah mereka per-buat dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan. Janganlah kamu menyangka bahwa terlepas dari siksa dan bagi mereka siksa yang
paling pedih." (QS. Ali 'Imraan:188)
5. Demikian pula nifaq, sikap pura-pura yang menampilkan wajah suci Islam tetapi sebenarnya kafir dan membenci Islam. Munafiq kategori ini jelas-jelas KAFIR !! Ia menyembunyikan identitas aslinya seba-gai MUSUH ALLAH!!! dan MUSUH KAUM MUSLIMIIN!!! Bicaranya DUSTA!!!Janjinya PALSU!!! Amanah yang ada padanya DIKHIANATI!!! Diskusinya
TIDAK MENAMBAH IMAN!!!
READ MORE - IKHLAS DAN NIAT
( Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Mereka itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan ) Huud : 15-16
Dari Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, dia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya segala pekerjaan itu ( diterima atau tidaknya di sisi Allah )hanyalah tergantung niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang diniatkannya, maka barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau seorang wanita yang akan dia menikah dengannya, maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan. HR. Muttafaq 'alaih.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya orang yang pertama kali diputuskan perkaranya di hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid di jalan Allah, maka dia didatangkan, dan diperlihatkan kepadanya segala nikmat yang telah diberikan kepadanya di dunia, lalu ia mengenalinya, maka Allah berkata kepadanya : apa yang telah kamu lakukan dengan nikmat ini ? maka orang itu menjawab : aku berperang di jalan-Mu sampai mati syahid, maka Allah berkata : kamu berdusta, akan tetapi kamu berperang agar dikatakan bahwa kamu adalah seorang pemberani, dan yang sedemikian itu telah diucapkan ( kamu telak dipuji-puji dst sebagai imbalan apa yang telah kamu niatkan.pent. ) maka diperintahkan supaya dia diseret di atas mukanya sampai dilemparkan di api neraka, dan seseorang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya, dan menghapal al-Qur'an, lalu dia didatangkan dan diperkenalkan kepadanya segala nikmat yang telah dikaruniakan kepadanya di dunia, maka diapun mengenalinya, maka dikatakan kepadanya : apa yang telah kamu lakukan dengan nikmat ini ? maka dia menjawab : aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain, dan membaca al-Qur'an untuk-Mu. Maka Allah berkata : kamu berdusta, akan tetapi kamu belajar dengan tujuan agar engkau dibilang seorang alim, dan engkau membaca/menghapal al-Qur'an supaya dibilang engkau seorang penghapal/pembaca al-Qur'an yang baik, dan semua itu sudah dikatakan ( kamu telah mendapat pujian yang kamu harapkan sebagai imbalan niatmu ) lalu diperintahkan agar dia diseret di atas mukanya sehingga dia dilemparkan ke api neraka, dan seseorang yang Allah berikan kepadanya keluasan rizki dan diberikan kepadanya segala macam harta, lalu dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya segala nikmat yang telah diberikan kepadanya dan dia mengenalinya, maka Allah berkata kepadanya : apa yang kamu kerjakan dengan nikmat ini ? maka dia menjawab : tidak ada suatu jalan yang Engkau suka harta yang telah Engkau berikan agar dibelanjakan padanya kecuali aku telah membelanjakan harta itu di jalan tersebut karena Engkau, maka Allah berkata : Kamu berdusta, akan tetapi kamu melakukan itu agar dibilang bahwa kamu adalah seorang dermawan dan yang sedemikian itu telah dikatakan ( kamu telah mendapat pujian tersebut di dunia sebagai imbalan dari niatmu itu ), lalu diperintahkan agar dia diseret di atas mukanya sehingga dia dilemparkan ke api neraka. HR.Muslim
Keterangan singkat :
Niat adalah dasar segala perbuatan, oleh karena itu setiap perbuatan manusia diterima tidaknya disisi Allah sebatas niatnya, maka barangsiapa mengerjakan suatu pekerjaan niatnya murni karena Allah dan mengharapkan ganjaran akhirat, sedang perbuatannya itu sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka amalnya akan diterima oleh Allah, dan barangsiapa niatnya untuk selain Allah atau tidak ikhlas karena Allah seperti dia menyekutukan-Nya dengan makhluk, maka pekerjaannya itu akan ditolak dan akan menjadi bencana baginya.
Hikmah yang dapat diambil dari ayat dan hadits di atas :
Bahwa dari syarat diterimanya amal adalah ikhlas yaitu bermaksud dengan amalnya itu karena Allah Ta'ala.
Pentingnya ikhlas, karena amal tanpa ikhlas akan menjadi bencana bagi yang
mengerjakan pekerjaan tersebut, walaupun pekerjaan tersebut termasuk dari perbuatan ibadah yang mulia ( seperti memberikan sedekah, membaca al-Qur'an, mengajarkan ilmu bagi orang lain, bahkan mati syahid dalam medan perang melawan orang-orang kafir).
Bahwa baiknya bentuk suatu pekerjaan tidak cukup untuk diterimanya amal itu di sisi Allah akan tetapi harus dibarengi dengan niat ikhlas. Wajibnya memperbaiki niat dalam segala perbuatan, dan berusaha keras untuk selalu ikhlas dalam beramal.
I K H L A S
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketha'atan kepadaNya dengan lurus."(QS. Al-Bayyinah: 5)
1. Ikhlas merupakan suatu sifat yang sangat agung, suatu rahasia dari rahasia-rahasia yang dititipkan hanya di qalbu para hamba yang di cintai-Nya. Mereka adalah manusia-manusia pilihan yang benar-benarmurni ketha'atannya serta bersih dari noda-noda syirik, terlindung dari karat-karat jahiliyyah, terbebas dari penyakit-penyakit jiwa.
Mereka adalah jiwa yang senantiasa berada dalam kecintaan kepada Al-Haq. Gerak-geriknya adalah dzikru 'l-Laah. Senyum dan tangisnya hanya karena Allah. Desah dan resahnya-pun karena Dia semata-mata. Shalatnya, 'ibadahnya, hidupnya, matinya, dan semuanya demi Allah Rabbu 'l-'Aalamiin.
2. Ikhlas adalah tingkat ihsan, yang meyakini sekalipun dirinya tidak dapat melihat Allah tapi Allah melihat apa saja yang ia kerjakan.Ia meyakini Allah bersama dengannya dimanapun ia berada. Desah na-fasnya, getar hatinya, lintasan berfikirnya, resah jiwanya selalu
merasa dalam pengawasan Allah, sang Kekasih....
"Dan Dia bersama dengan kalian dimanapun kalian ber- ada, dan Allah Maha Melihat akan apa-apa yang kalian kerjakan." (QS. Al-Hadiid:4)
3. Ikhlas itu tidak pernah memandang, menghitung-hitung apa-apa yang telah diperbuat, tidak mengharap-harap balasan/ganjaran dan tidak pernah merasa puas dengan 'amal-'amal yang telah dikerjakannya. Ia tidak membutuhkan pengakuan dirinya, hawa nafsunya, apalagi orang
lain. Ia tidak mencari keindahan. keuntungan, pujian, popularitas,fasilitas apalagi isi tas.
"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan kekayaan kalian, tapi Allah melihat kepada qalbu kalian dan 'amal-'amal kalian." (H.R. Imam Muslim)
4. Riya' merupakan penyakit yang tidak akan berjangkit didalam hati hamba Allah yang selalu ikhlas, karena keduanya bertolak belakang.Penyakit Riya' membuat seseorang ternoda dan tertolak 'amal-'amal-nya, karena Allah tidak suka disaingi oleh apapun dan siapapun.
"Janganlah sekali-sekali kamu menyangka bahwa orang- orang yang gembira dengan apa yang telah mereka per-buat dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan. Janganlah kamu menyangka bahwa terlepas dari siksa dan bagi mereka siksa yang
paling pedih." (QS. Ali 'Imraan:188)
5. Demikian pula nifaq, sikap pura-pura yang menampilkan wajah suci Islam tetapi sebenarnya kafir dan membenci Islam. Munafiq kategori ini jelas-jelas KAFIR !! Ia menyembunyikan identitas aslinya seba-gai MUSUH ALLAH!!! dan MUSUH KAUM MUSLIMIIN!!! Bicaranya DUSTA!!!Janjinya PALSU!!! Amanah yang ada padanya DIKHIANATI!!! Diskusinya
TIDAK MENAMBAH IMAN!!!
MALAM PERTAMA YANG MENGESANKAN
Oleh: Syarifah Said | Juli 19 2010 | 04:15 PM
Satu hal sebagai bahan renungan Kita…
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa
READ MORE - MALAM PERTAMA YANG MENGESANKAN
Satu hal sebagai bahan renungan Kita…
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa
Minggu, 11 Juli 2010
Catatankoe.....................
Semakin panjang usia kita, semakin panjang pula catatan pengalaman
hidup kita. Bagi mereka yang mau memetik pelajaran dari
pengalamannya, maka pengalaman jadi kekayaan yang unik baginya. Usia
membawanya pada kebajikan. Sedangkan bagi mereka yang acuh,
pengalaman tak lebih dari goresan di atas pasir pantai. Usia tak menjamin
apa-apa selain ketuaan baginya
Meski kita sama-sama dinaungi oleh langit yang sama; meski kita samasama
diterangi oleh cahya matahari yang sama: meski kita sama-sama
digelapi oleh malam yang sama, namun kita tak pernah sama dalam
mencerap semua itu. Kita melihat cakrawala dari ketinggian yang
berbeda. Kita melangkah di jalan setapak dengan bobot yang berbeda.
Kita mengisi ruang dan waktu ini dengan besar tubuh yang berbeda pula.
Maka. meski kita lahir di bumi yang satu. namun kita hidup di dunia yang
berbeda-beda. Kita mempunyai sidik dunia pikiran yang tak sama bagi
setiap orang. Keunikan itu takkan banyak berarti bila tak menjadi kekayaan
bagi kita. Dan, kekayaan itu tak banyak bermakna bila tak membuat diri
kita semakin bijak bestar
READ MORE - Catatankoe.....................
hidup kita. Bagi mereka yang mau memetik pelajaran dari
pengalamannya, maka pengalaman jadi kekayaan yang unik baginya. Usia
membawanya pada kebajikan. Sedangkan bagi mereka yang acuh,
pengalaman tak lebih dari goresan di atas pasir pantai. Usia tak menjamin
apa-apa selain ketuaan baginya
Meski kita sama-sama dinaungi oleh langit yang sama; meski kita samasama
diterangi oleh cahya matahari yang sama: meski kita sama-sama
digelapi oleh malam yang sama, namun kita tak pernah sama dalam
mencerap semua itu. Kita melihat cakrawala dari ketinggian yang
berbeda. Kita melangkah di jalan setapak dengan bobot yang berbeda.
Kita mengisi ruang dan waktu ini dengan besar tubuh yang berbeda pula.
Maka. meski kita lahir di bumi yang satu. namun kita hidup di dunia yang
berbeda-beda. Kita mempunyai sidik dunia pikiran yang tak sama bagi
setiap orang. Keunikan itu takkan banyak berarti bila tak menjadi kekayaan
bagi kita. Dan, kekayaan itu tak banyak bermakna bila tak membuat diri
kita semakin bijak bestar
BERBAGI ILMU : “15 SEBAB DICABUTNYA BERKAH…..”
Berkah adalah sesuatu yang tumbuh dan bertambah, sedangkan tabarruk adalah do’a seorang manusia atau selainnya untuk memohon berkah. Allah SWT menjadikan berkah hanya bagi hamba-Nya yang beriman, bertaqwa dan shaleh. Firman Allah dalam surat Al-A’raaf ayat 96 yang artinya “Jikalau sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…”
Beberapa sebab dicabutnya Berkah :
1. Tidak adanya Taqwa dan Tidak takut kepada Allah SWT.
2. Tidak Ikhlas dalam beramal.
3. Tidak menyebut nama Allah SWT dalam setiap perbuatan dan tidak melakukan Dzikir serta Ibadah kepada-Nya.
Setiap perbuatan yang tidak diawali dengan Bismillah, maka perbuatan itu terputus untuk memperoleh kebaikan dan berkah, bahkan perbuatan anda tersebut akan disertai syetan.
4. Memakan barang yang haram dan yang dihasilkan dari perbuatan haram.
5. Tidak berbakti kepada kedua orang tua dan menyia-nyiakan hak anak.
6. Memutus tali silaturahmi dan hubungan kekerabatan.
7. Sikap Bakhil dan tidak mau ber-infaq.
Allah SWT tidak akan memberkahi harta yang hanya disimpan oleh pemiliknya dan enggan untuk menginfakkannya, karena perbuatan tersebut adalah perbuatan bakhil yang sangat tercela dan dibenci.
Allah SWT Berfirman : "Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang - orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan - kesalahanmu dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan" ( QS.Al-Baqarah(2): 271 )
Fiman Allah SWT : "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh)orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir, Seratus biji. Allah melipat gandakan(ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui" ( QS.Al-Baqarah(2): 261 )
8. Tidak bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya.
9. Tidak Ridha terhadap apa yang diberikan Allah dan tidak pernah merasa puas (tidak qana’ah).
10. Melakukan perbuatan maksiat dan dosa, serta enggan bertaubat dan beristighfar.
11. Tidak mendidik anak dengan ajaran Diennullaah.
Anak kita adalah tumpuan hati kita, pengharum jantung kita, pewangi aroma dunia dan buah kehidupan kita. Siapa saja yang berlaku buruk terhadap anak maka ia telah merugi dan telah melakukan ketidak patutan. Anak kita adalah madu kehidupan kita.
12. Berbuat kerusakan dan keburukan dimuka bumi.
13. Tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya.
14. Pertengkaran dan perselisihan antara suami-istri.
15. Mendoakan kecelakaan bagi diri sendiri, anak-anak dan harta benda.
Tidak ada kebaikan dan keberkahan pada dirimu, anakmu atau harta bendamu jika engkau mendoakannya dengan kecelakaan, karena terkadang Allah mengabulkan doamu pada saat itu, maka terjadilah musibah dan engkau menyesal ketika penyesalan tak berguna lagi.
Semoga bermanfaat bagi kita semua,,!!! ^_^..
Subhanallah wabihamdihi
Subhanakallahumma wabihamdika
AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa'atubu Ilaik
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
READ MORE - BERBAGI ILMU : “15 SEBAB DICABUTNYA BERKAH…..”
Beberapa sebab dicabutnya Berkah :
1. Tidak adanya Taqwa dan Tidak takut kepada Allah SWT.
2. Tidak Ikhlas dalam beramal.
3. Tidak menyebut nama Allah SWT dalam setiap perbuatan dan tidak melakukan Dzikir serta Ibadah kepada-Nya.
Setiap perbuatan yang tidak diawali dengan Bismillah, maka perbuatan itu terputus untuk memperoleh kebaikan dan berkah, bahkan perbuatan anda tersebut akan disertai syetan.
4. Memakan barang yang haram dan yang dihasilkan dari perbuatan haram.
5. Tidak berbakti kepada kedua orang tua dan menyia-nyiakan hak anak.
6. Memutus tali silaturahmi dan hubungan kekerabatan.
7. Sikap Bakhil dan tidak mau ber-infaq.
Allah SWT tidak akan memberkahi harta yang hanya disimpan oleh pemiliknya dan enggan untuk menginfakkannya, karena perbuatan tersebut adalah perbuatan bakhil yang sangat tercela dan dibenci.
Allah SWT Berfirman : "Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang - orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan - kesalahanmu dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan" ( QS.Al-Baqarah(2): 271 )
Fiman Allah SWT : "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh)orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir, Seratus biji. Allah melipat gandakan(ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui" ( QS.Al-Baqarah(2): 261 )
8. Tidak bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya.
9. Tidak Ridha terhadap apa yang diberikan Allah dan tidak pernah merasa puas (tidak qana’ah).
10. Melakukan perbuatan maksiat dan dosa, serta enggan bertaubat dan beristighfar.
11. Tidak mendidik anak dengan ajaran Diennullaah.
Anak kita adalah tumpuan hati kita, pengharum jantung kita, pewangi aroma dunia dan buah kehidupan kita. Siapa saja yang berlaku buruk terhadap anak maka ia telah merugi dan telah melakukan ketidak patutan. Anak kita adalah madu kehidupan kita.
12. Berbuat kerusakan dan keburukan dimuka bumi.
13. Tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya.
14. Pertengkaran dan perselisihan antara suami-istri.
15. Mendoakan kecelakaan bagi diri sendiri, anak-anak dan harta benda.
Tidak ada kebaikan dan keberkahan pada dirimu, anakmu atau harta bendamu jika engkau mendoakannya dengan kecelakaan, karena terkadang Allah mengabulkan doamu pada saat itu, maka terjadilah musibah dan engkau menyesal ketika penyesalan tak berguna lagi.
Semoga bermanfaat bagi kita semua,,!!! ^_^..
Subhanallah wabihamdihi
Subhanakallahumma wabihamdika
AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa'atubu Ilaik
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
"KEKUATAN AKAL"
Semua makhluk yang ada di jagat raya ini
Semua benda yang ada di alam ini
Semua bersujud dan bertasbih kepada tuhan
Dengan berdzikir kepadanya
Manusia mempunyai satu titik lemah yang berbeda
Dialah hati yang kadang selalu berbolak balik
Namun menjadi titik yang sangat kuat
Ketika Allah selalu dalam ucapannya
Begitulah kehidupan manusia
Dikaruniai oleh Allah dengan akal
Karena akal hatipun tercipta
Pengaruhnya terhadap hati sangatlah kuat
Jika diarahkan pada jalan yang benar
Maka hati akan semakin bersinar
Jika diarahkan pada jalan yang salah
Niscaya hati akan semakin terasa gelap
Gunakanlah akal untuk selalu mengingatNya
Dan kemudian simpanlah dalam hati untuk selamanya
Lihatlah energi dzikir yang ditimbulkan oleh mereka
Energi kerinduan untuk memperoleh cintaNya
Semua bergabung dalam kata ” dzikrullah ”
Kitapun akan selalu bersama mereka
Selagi lidah kita basah dengan menyebutNya
coret
READ MORE - "KEKUATAN AKAL"
Semua benda yang ada di alam ini
Semua bersujud dan bertasbih kepada tuhan
Dengan berdzikir kepadanya
Manusia mempunyai satu titik lemah yang berbeda
Dialah hati yang kadang selalu berbolak balik
Namun menjadi titik yang sangat kuat
Ketika Allah selalu dalam ucapannya
Begitulah kehidupan manusia
Dikaruniai oleh Allah dengan akal
Karena akal hatipun tercipta
Pengaruhnya terhadap hati sangatlah kuat
Jika diarahkan pada jalan yang benar
Maka hati akan semakin bersinar
Jika diarahkan pada jalan yang salah
Niscaya hati akan semakin terasa gelap
Gunakanlah akal untuk selalu mengingatNya
Dan kemudian simpanlah dalam hati untuk selamanya
Lihatlah energi dzikir yang ditimbulkan oleh mereka
Energi kerinduan untuk memperoleh cintaNya
Semua bergabung dalam kata ” dzikrullah ”
Kitapun akan selalu bersama mereka
Selagi lidah kita basah dengan menyebutNya
MENCARI HIDAYAH ALLAH.
Hidayah taufiq adalah adalah hidayah yang membuat manusia hanya akan menjadikan agama sebagai panduan hidup dalam menjalani kehidupannya. Hidayah taufiq ibarat benih yang Allah SWT semaikan di hati yang tidak hanya bersih dari segala hama penyakit, tetapi juga subur dengan tetesan robbani. Bersih dan suburnya hati akan terlihat dari pohon-pohon kebaikan dan amal yang tumbuh di atasnya. Hanya kesungguhan yang akan membuat kita pantas menerima hidayah taufiq dari Allah SWT. Firman Allah SWT :
”Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabuut [29]: 69).
Maka tidak ada jalan lain agar kita mendapatkan Hidayah Taufiq Allah SWT, kecuali dengan jalan bersungguh-sungguh dan berjihad untuk menjalankan dan mengamalkan agama yang indah ini.
READ MORE - MENCARI HIDAYAH ALLAH.
”Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabuut [29]: 69).
Maka tidak ada jalan lain agar kita mendapatkan Hidayah Taufiq Allah SWT, kecuali dengan jalan bersungguh-sungguh dan berjihad untuk menjalankan dan mengamalkan agama yang indah ini.
Jumat, 09 Juli 2010
S A B A R sesuatu yang sangat sulit di praktek kan
Allah subhanahu wa Ta'ala berfirman,
“Sesungguhnya siapa yang bertakwa dan bersabar maka sungguh Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS.Yusuf:90)
“Bersabarlah kalian karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS.al-Anfal:46) ... Lihat Selengkapnya
“Hanyalah orang-orang yang bersabar itu diberikan pahala mereka tanpa batasan.” (QS.az-Zumar:10) subhanallah..
“Bersabarlah engkau, sesungguhnya akhir/kesudahan yang baik itu diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa.” (Hud: 49)
janji Allah kepada orang2 yg sabar, bahwa akhirannya pasti baik.
READ MORE - S A B A R sesuatu yang sangat sulit di praktek kan
“Sesungguhnya siapa yang bertakwa dan bersabar maka sungguh Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS.Yusuf:90)
“Bersabarlah kalian karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS.al-Anfal:46) ... Lihat Selengkapnya
“Hanyalah orang-orang yang bersabar itu diberikan pahala mereka tanpa batasan.” (QS.az-Zumar:10) subhanallah..
“Bersabarlah engkau, sesungguhnya akhir/kesudahan yang baik itu diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa.” (Hud: 49)
janji Allah kepada orang2 yg sabar, bahwa akhirannya pasti baik.
KAMILAH PEMBERONTAK,.................
KETIKA FIKIRKU LIAR MENJALAR
MENGHAJAR PENGUASA TIRAN YANG SEMAKIN INGKAR
KETIKA KATA -KATAKU BERUBAH MISIU PELURU
MENEMBUS DADA IDEOLOG YANG KIAN GOBLOG
KETIKA JALANKU MERESAHKAN MASYARAKAT ZINDIk
SAAT INI AKU DI PERHITUNGKAN OLEHNYA
KETIKA GERAKANKU BERUBAH AIR BAH
MENYAPU BERSIH SISTEM NEGARA KAFIR
SAAT INI AKU DI CAP BAGAIKAN SEGEL BOTOL
MANUSIA PEMBERONTAK,.............
KALAULAH RASUL DIKATAKAN PEMBERONTAK OLEH ABU JAHAL
KENAPA MESTI MALU JADI PEMBERONTAK
KALAULAH IBRAHIM DIKATAKAN SEBAGAI PEMBERONTAK OLEH NAMRUZ
KENAPA KITA TIDAK BANGGA JADI PEMBERONTAK
KALAULAH MUSA DIKATAKAN PEMBERONTAK OLEH FIR'AUN
KENAPA KITA TIDAK MENGUSWAH PERJALAN HIDUPNYA
UNTUK ITU BIARLAH ORANG MENGATAKAN
AKU ADALAH PEMBERONTAK,.......
KARENA PEMBERONTAK UNTUK KEBENARAN ADALAH MUJAHID
MUJAHID PEMBERONTAK DEMI TEGAKNYA ISLAM DI BUMI,...
INILAH KAMI PEMBERONTAK NEGARA YANG TIDAK MAU BERHUKUM ISLAM....!!!!!
READ MORE - KAMILAH PEMBERONTAK,.................
MENGHAJAR PENGUASA TIRAN YANG SEMAKIN INGKAR
KETIKA KATA -KATAKU BERUBAH MISIU PELURU
MENEMBUS DADA IDEOLOG YANG KIAN GOBLOG
KETIKA JALANKU MERESAHKAN MASYARAKAT ZINDIk
SAAT INI AKU DI PERHITUNGKAN OLEHNYA
KETIKA GERAKANKU BERUBAH AIR BAH
MENYAPU BERSIH SISTEM NEGARA KAFIR
SAAT INI AKU DI CAP BAGAIKAN SEGEL BOTOL
MANUSIA PEMBERONTAK,.............
KALAULAH RASUL DIKATAKAN PEMBERONTAK OLEH ABU JAHAL
KENAPA MESTI MALU JADI PEMBERONTAK
KALAULAH IBRAHIM DIKATAKAN SEBAGAI PEMBERONTAK OLEH NAMRUZ
KENAPA KITA TIDAK BANGGA JADI PEMBERONTAK
KALAULAH MUSA DIKATAKAN PEMBERONTAK OLEH FIR'AUN
KENAPA KITA TIDAK MENGUSWAH PERJALAN HIDUPNYA
UNTUK ITU BIARLAH ORANG MENGATAKAN
AKU ADALAH PEMBERONTAK,.......
KARENA PEMBERONTAK UNTUK KEBENARAN ADALAH MUJAHID
MUJAHID PEMBERONTAK DEMI TEGAKNYA ISLAM DI BUMI,...
INILAH KAMI PEMBERONTAK NEGARA YANG TIDAK MAU BERHUKUM ISLAM....!!!!!
.Sebab Rasa Suka yg BerLebihan & Obatnya.....
.^sebabnya. Diantaranya :
_Hati yang tak terisi cinta, rasa syukur, dzikir, dan ibadah kepada Allah
Membiarkan mata jelalatan.
Mengumbar mata adL jalan yang menghantarkan pada kesedihan dan keresahan.
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya,
dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” (QS. An-Nur : 30)
Rasulullah juga bersabda, “pandangan (mata) itu adalah satu dari sekian banyak anak panah iblis”
Meremehkan ibadah, dzikir, doa, dan shalat nafilah
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.
Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar
(keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Ankabut : 45)
^Adapun Obatnya,
“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf,
dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian.
Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih” (QS. Yusuf : 24)
_..erusaha untuk selalu berada di pintu-pintu ibadah dan
memohon kesembuhan kepada Yang Maha Agung
Merendahkan pandangan dan menjaga kemaluan
“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya” (QS. An-Nur : 30)
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya” (QS. Al-Mu’minum : 1 dan 5)
_Menjauhkan hati dari hal-hal yang bisa mengikat dan berusaha melupakannya
_Menyibukkan diri dengan amal shaleh dan berguna
“Maka Kami memperkenankan do’anya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya
dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung.
Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan)
perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas .
Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami” (QS. Al-Anbiya : 90)
READ MORE - .Sebab Rasa Suka yg BerLebihan & Obatnya.....
_Hati yang tak terisi cinta, rasa syukur, dzikir, dan ibadah kepada Allah
Membiarkan mata jelalatan.
Mengumbar mata adL jalan yang menghantarkan pada kesedihan dan keresahan.
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya,
dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” (QS. An-Nur : 30)
Rasulullah juga bersabda, “pandangan (mata) itu adalah satu dari sekian banyak anak panah iblis”
Meremehkan ibadah, dzikir, doa, dan shalat nafilah
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.
Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar
(keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Ankabut : 45)
^Adapun Obatnya,
“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf,
dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian.
Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih” (QS. Yusuf : 24)
_..erusaha untuk selalu berada di pintu-pintu ibadah dan
memohon kesembuhan kepada Yang Maha Agung
Merendahkan pandangan dan menjaga kemaluan
“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya” (QS. An-Nur : 30)
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya” (QS. Al-Mu’minum : 1 dan 5)
_Menjauhkan hati dari hal-hal yang bisa mengikat dan berusaha melupakannya
_Menyibukkan diri dengan amal shaleh dan berguna
“Maka Kami memperkenankan do’anya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya
dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung.
Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan)
perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas .
Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami” (QS. Al-Anbiya : 90)
Kamis, 08 Juli 2010
for a beloved friend..
dulu kau bertanya.. kenapa aku berteman denganmu? dengan seseorang "seperti"mu?
sungguh aku tidak mengerti, apa yang salah dengan pertemanan kita? kau teman yang baik.. seseorang yang pada dasarnya berhati baik.. sungguh baik..
hanya saja, hidayah Allah belum turun kepadamu teman.. sehingga segala kebaikanmu tertutup oleh penampilan yang "urak2an".. dan penampilanmu itu yang membuat "mereka (orang2 sepertiku)" menghakimi mu.. seolah-olah kau seorang pendosa.. seolah-olah kau najis (seperti yang kau ceritakan padaku)
heran ku dibuatnya? padahal mereka sudah hafal benar.. bahwa seharusnya kemaksiatannya yang harus mereka benci, bukan si pelaku.. tapi kenyataannya?? menoleh padamu saja mereka tak sudi..
subhanallaah.. maafkan mereka wahai temanku yang sungguh baik.. benar katamu, penampilan tak selalu menunjukan keadaan hati sesungguhnya..
tapi.. ingatlah 1 hal.. keadaan dan sikap individu2 yang menisbatkan diri pada kebenaran, tidak menggambarkan kebenaran itu sendiri..
kebenaran adalah kebenaran, walaupun banyak orang yang mengusung benderanya berbuat salah.. kebenaran tetaplah benar..
jangan kau berkecil hati atau merasa lelah untuk memperbaiki diri wahai teman.. semua manusia itu berdosa.. tapi ada yang bertaubat dan terus melakukan perbaikan, dan ada pula yang tidak dan diam terkubur dalam dosanya.. ada pula yang sudah merasa suci sampai menganggap dirinya sudah tak punya salah lagi, sudah lupa "memanusiakan" dirinya.. sekarang kita pilih yang mana?
jangan bosan hadir di majelis ilm.. walaupun kau nampak beda..
karena dulunya pun, "kami" sama sepertimu (yup, bahkan mereka yang memberimu tatapan sinis).. lalu berproses.. menjadi lebih baik insya Allah..
with lots of love.. dedicated to miss purple :)
-tiara..
20th of December 2009
READ MORE - for a beloved friend..
sungguh aku tidak mengerti, apa yang salah dengan pertemanan kita? kau teman yang baik.. seseorang yang pada dasarnya berhati baik.. sungguh baik..
hanya saja, hidayah Allah belum turun kepadamu teman.. sehingga segala kebaikanmu tertutup oleh penampilan yang "urak2an".. dan penampilanmu itu yang membuat "mereka (orang2 sepertiku)" menghakimi mu.. seolah-olah kau seorang pendosa.. seolah-olah kau najis (seperti yang kau ceritakan padaku)
heran ku dibuatnya? padahal mereka sudah hafal benar.. bahwa seharusnya kemaksiatannya yang harus mereka benci, bukan si pelaku.. tapi kenyataannya?? menoleh padamu saja mereka tak sudi..
subhanallaah.. maafkan mereka wahai temanku yang sungguh baik.. benar katamu, penampilan tak selalu menunjukan keadaan hati sesungguhnya..
tapi.. ingatlah 1 hal.. keadaan dan sikap individu2 yang menisbatkan diri pada kebenaran, tidak menggambarkan kebenaran itu sendiri..
kebenaran adalah kebenaran, walaupun banyak orang yang mengusung benderanya berbuat salah.. kebenaran tetaplah benar..
jangan kau berkecil hati atau merasa lelah untuk memperbaiki diri wahai teman.. semua manusia itu berdosa.. tapi ada yang bertaubat dan terus melakukan perbaikan, dan ada pula yang tidak dan diam terkubur dalam dosanya.. ada pula yang sudah merasa suci sampai menganggap dirinya sudah tak punya salah lagi, sudah lupa "memanusiakan" dirinya.. sekarang kita pilih yang mana?
jangan bosan hadir di majelis ilm.. walaupun kau nampak beda..
karena dulunya pun, "kami" sama sepertimu (yup, bahkan mereka yang memberimu tatapan sinis).. lalu berproses.. menjadi lebih baik insya Allah..
with lots of love.. dedicated to miss purple :)
-tiara..
20th of December 2009
Tidak berpikir akibat terlena oleh kehidupan sehari-hari
Tidak berpikir akibat terlenakan oleh kehidupan sehari-hari
Kebanyakan manusia menghabiskan keseluruhan hidup mereka dalam "ketergesa-gesaan" Ketika mencapai umur tertentu, mereka harus bekerja dan menanggung hidup diri mereka dan keluarga mereka. Mereka menganggap hal ini sebagai sebuah "Perjuangan hidup" Dan, karena harus bekerja keras, jungkir balik dalam pekerjaan, mereka mengatakan tidak mempunyai waktu lagi untuk hal-hal yang lain, termasuk berpikir. Akhirnya mereka pun terbawa larut oleh arus ke arah mana saja kehidupan mereka ini membawa mereka. Dengan demikian, mereka menjadi tidak peka lagi dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar.
Namun, tidak sepatutnya manusia memiliki tujuan hidup hanya sekedar menghabiskan waktu; bergegas pergi dari satu tempat ke tempat yang lain. Yang terpenting di sini adalah kemampuan melihat kenyataan sesungguhnya dari kehidupan dunia ini untuk kemudian menempuh jalan hidup yang sebenarnya. Tidak ada satu orang pun yang mempunyai tujuan akhir mendapatkan uang, bekerja, belajar di universitas atau membeli rumah.
Sudah barang tentu manusia perlu melakukan ini semua dalam hidupnya, namun yang mesti senantiasa ada dalam benaknya ketika melakukan segala hal tersebut yaitu kesadaran akan keberadaan manusia di dunia sebagai hamba Allah, untuk bekerja demi mencari ridha, kasih sayang dan surga Allah. Segala perbuatan dan pekerjaan selain untuk tujuan tersebut hanyalah berfungsi sebagai "sarana"untuk membantu manusia dalam meraih tujuan yang sebenarnya. Menempatkan sarana sebagai tujuan utama adalah sebuah kekeliruan yang amat besar yang didengung-dengungkan syaitan kepada manusia.
Seseorang yang hidup tanpa berpikir akan mudah sekali menjadikan sarana tersebut sebagai tujuan. Kita dapat menyebutkan contoh-contoh lain yang serupa dalam kehidupan sehari-hari, misalnya: tidak dapat diragukan bahwa bekerja dan menghasilkan berbagai hal yang bermanfaat untuk masyarakat adalah perbuatan baik. Seseorang yang beriman kepada Allah akan melakukan pekerjaan tersebut dengan bersemangat sambil mengharapkan balasan Allah di dunia dan di akhirat. Sebaliknya jika seseorang melakukan hal yang sama tanpa mengingat Allah dan hanya mengharapkan imbalan dunia, seperti mendapatkan jabatan tinggi agar dihormati oleh masyarakat, maka ia telah melakukan kekeliruan. Ia telah melakukan sesuatu yang sebenarnya dapat digunakan sebagai sarana untuk mencapai tujuannya, yakni mencari ridha Allah. Ketika menemukan realitas yang sebenarnya di akhirat, ia merasa sangat menyesal karena telah melakukan hal yang demikian. Dalam sebuah ayat, Allah merujuk ke mereka yang terpedaya oleh kehidupan dunia sebagaimana berikut:
"Keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin) adalah seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya dari kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah menikmati bagian kamu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi."(QS. At-Taubah, 9: 69). (HY)
READ MORE - Tidak berpikir akibat terlena oleh kehidupan sehari-hari
Kebanyakan manusia menghabiskan keseluruhan hidup mereka dalam "ketergesa-gesaan" Ketika mencapai umur tertentu, mereka harus bekerja dan menanggung hidup diri mereka dan keluarga mereka. Mereka menganggap hal ini sebagai sebuah "Perjuangan hidup" Dan, karena harus bekerja keras, jungkir balik dalam pekerjaan, mereka mengatakan tidak mempunyai waktu lagi untuk hal-hal yang lain, termasuk berpikir. Akhirnya mereka pun terbawa larut oleh arus ke arah mana saja kehidupan mereka ini membawa mereka. Dengan demikian, mereka menjadi tidak peka lagi dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar.
Namun, tidak sepatutnya manusia memiliki tujuan hidup hanya sekedar menghabiskan waktu; bergegas pergi dari satu tempat ke tempat yang lain. Yang terpenting di sini adalah kemampuan melihat kenyataan sesungguhnya dari kehidupan dunia ini untuk kemudian menempuh jalan hidup yang sebenarnya. Tidak ada satu orang pun yang mempunyai tujuan akhir mendapatkan uang, bekerja, belajar di universitas atau membeli rumah.
Sudah barang tentu manusia perlu melakukan ini semua dalam hidupnya, namun yang mesti senantiasa ada dalam benaknya ketika melakukan segala hal tersebut yaitu kesadaran akan keberadaan manusia di dunia sebagai hamba Allah, untuk bekerja demi mencari ridha, kasih sayang dan surga Allah. Segala perbuatan dan pekerjaan selain untuk tujuan tersebut hanyalah berfungsi sebagai "sarana"untuk membantu manusia dalam meraih tujuan yang sebenarnya. Menempatkan sarana sebagai tujuan utama adalah sebuah kekeliruan yang amat besar yang didengung-dengungkan syaitan kepada manusia.
Seseorang yang hidup tanpa berpikir akan mudah sekali menjadikan sarana tersebut sebagai tujuan. Kita dapat menyebutkan contoh-contoh lain yang serupa dalam kehidupan sehari-hari, misalnya: tidak dapat diragukan bahwa bekerja dan menghasilkan berbagai hal yang bermanfaat untuk masyarakat adalah perbuatan baik. Seseorang yang beriman kepada Allah akan melakukan pekerjaan tersebut dengan bersemangat sambil mengharapkan balasan Allah di dunia dan di akhirat. Sebaliknya jika seseorang melakukan hal yang sama tanpa mengingat Allah dan hanya mengharapkan imbalan dunia, seperti mendapatkan jabatan tinggi agar dihormati oleh masyarakat, maka ia telah melakukan kekeliruan. Ia telah melakukan sesuatu yang sebenarnya dapat digunakan sebagai sarana untuk mencapai tujuannya, yakni mencari ridha Allah. Ketika menemukan realitas yang sebenarnya di akhirat, ia merasa sangat menyesal karena telah melakukan hal yang demikian. Dalam sebuah ayat, Allah merujuk ke mereka yang terpedaya oleh kehidupan dunia sebagaimana berikut:
"Keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin) adalah seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya dari kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah menikmati bagian kamu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi."(QS. At-Taubah, 9: 69). (HY)
Langganan:
Postingan (Atom)