Senin, 01 Maret 2010

bukan cerita kosong

aku tersentak..diam tak percaya...
kuhela nafas tp tak jg mampu menenangkan
air mataku menetes..
pipiki basah...

kuresapi yg terjadi
kucoba tetap tenang meskipun sesungguhnya bergemuruh

"aku setuju dg keputusanmu"

dan semua berakhir


berat hatiku mengiyakan kata pisahmu
melepasmu 

aku telah jatuh dalam permainanku
aku terlalu menghayati peranku
hingga semua tak sekedar cerita kosong

kamu hidup dalam hatiku
terus bermain dalam khayalku


kamu yg tak pernah tahu betapa sakitnya aku



pergilah..



READ MORE - bukan cerita kosong

♥ HaRTa PaLiNg MuLiA AdALaH Yg D iNFakKaN uTk KeLuARgA ♥


Bismillaahirrohmaanirrohiim...

Assalaamu 'alaikum sodaraku yg smoga d rahmati Alloh...


Sodaraku tercinta...
Ketahuilah bhw qta bertanggung jwb thdp keluarga qta.
Alloh akan menghisab qta thdp amanah itu.
Nabi SAW bersabda, spt dlm Ash-Shahihain,

" Masing2 kalian adalah pemimpin, sedangkan masing2 pemimpin, bertanggung jwb thdp bawahannya "
~ Muttafaq 'Alaih H.R Bukhari 893


Berusahalah menjaga keluargamu,
Mengingatkan mreka ttg Alloh,
Mengajarkan mreka,
Mendidik mreka & memberi makan mreka dr makananmu. Shingga qta tdk bersedih ktika bertemu Alloh, krn qta menyia2kan keluarga.
Astagfirullooh hal adziim wa atuubu ilaih...


Ketahuilah, bhw setiap suapan yg d masukkan k dlm mulut istrimu atau anak2mu adalah sedekah bagimu.
Renungilah sabda Nabi SAW,

" 1 dinar yg engkau infakkan d jalan Alloh,
1 dinar yg engkau infakkan utk memerdekakan budak,
1 dinar yg engkau sedekahkan utk org miskin,
& 1 dinar yg engkau infakkan utk keluargamu,
Maka pahalanya yg paling besar adalah dinar yg engkau infakkan utk keluargamu "
~ H.R Muslim 995


Ummu Salamah berkata,
' ya Rosululloh, Apakah sy mendapatkan pahala jika berinfak kpd anak2nya Abu Salamah?
sy tidak mau meninggalkan mreka dlm keadaan spt ini & spt ini, pdhl mreka adalah anak2ku jg?'
Beliau menjawab, " ya, engkau mendapatkan pahala dr apa yg engkau infakkan kpd mreka "
~ Muttafaq 'Alaih H.R Bukhari 5369


Dari Sa'ad bin Abi Waqqash, bhw Rosululloh SAW berkata kpdnya,

" Apabila engkau memberikan nafkah utk mendapatkan keridhoan Alloh, Niscaya engkau akan d berikan pahala smp suapan yg engkau suapkan d mulut istirmu "
~ Muttafaq 'Alaih H.R Bukhari 56


Dari Abu Mas'ud Al-Badry, Rosululloh SAW bersabda,

" Jika seorang muslim memberikan nafkah kpd keluarga & dia mengikhlaskannya, Maka itu menjadi sedekah baginya "
~ Muttafaq 'Alaih H.R Bukhari 5351 & Muslim 1002


Smoga bermanfaat,
Mohon maaf apabila ada keliru, ikhlas kiranya utk meluruskan.

Sumber :
~ Buku LT4TS

Wassalam...

E.R.N.O.T ... :)
READ MORE - ♥ HaRTa PaLiNg MuLiA AdALaH Yg D iNFakKaN uTk KeLuARgA ♥

9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-laki

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh jurusan psikologi (ilmu jiwa) pada Fakultas Adab (sastra) di Universitas Zaqaqiq, Mesir dengan judul: "Kepribadian Remaja Putri, Tata Cara kesiapan Jiwa dalam Menghadapi Pernikahan, dan Masa Perubahan Jiwa Pasca Nikah Secara Khusus" menyimpulkan ada 9 tipe gadis yang tidak diminati oleh para pemuda:

Pertama: Gadis Pencemburu

Pencemburu adalah sifat pertama kali yang dihindari oleh para pemuda dari calon istri-istri mereka. Cemburu disini bermakna keraguan. Para pemuda itu menuntut adanya sebagian sifat cemburu yang memperkuat ikatan cinta, akan tetapi mereka menolak ketidak percayaan (keraguan) yang menimbulkan petaka dalam kehidupan rumah tangga. Mereka menginginkan kepercayaan dari para istri mereka, dan tidak suka jika mereka menceritakan atau mengungkap setiap langkah yang dilaluinya.

Kedua: Gadis Egois, sok menjadi ratu

Adapun gadis yang kedua adalah gadis yang egois, ingin berkuasa, menginginkan dari suaminya segenap kecintaan, ketundukan, dan kepasrahan hanya kepadanya saja. Dia akan marah jika melihat suaminya lebih mementingkan orang lain atau mencintai selain dirinya. Seperti cemburu kepada kerabat suami, atau teman-temannya. Perbuatan ini kadang menimbulkan banyak permasalahan. Dengan sikap seperti itu, dia telah mempersempit kepribadian suami, dan menyebabkan timbulnya permasalahan dengan kerabatnya. Dengan sikap seperti itu, dia telah menjadikan suami benci dengan kehidupan rumah tangganya. Sikap yang demikian tidak termasuk cinta, tetapi ambisi kepemilikan dan penguasaan. Maka wajib bagi gadis ini untuk menyadari bahwa mereka adalah kerabat suami, yang tidak mungkin ia bebas lepas dari mereka, begitu pula sebaliknya mereka tidak mungkin bebas lepas darinya.

Ketiga: Gadis Durhaka

Yaitu istri yang tidak ridha dengan kehidupannya. Dia senantiasa membangkang pada suami dan menggerutu tentang segala sesuatu. Dia tidak bersikap qonaah (menerima apa adanya), senantiasa menginginkan tambahan dan lebih. Dengan sikap seperti ini, dia telah menekan suami hingga mau memenuhi keinginannya. Dia tidak peduli darimana sang suami bisa memenuhi berbagai tuntutan itu, dan bagaimana ia bisa mendapatkan harta tersebut. Dia adalah jenis istri perusak. Dia hanya mencari untuk diri dan kebahagiannya sendiri, terutama harta, bukan cinta. Dia tidak menjaga suami atau rumahnya. Biasanya keadaan yang seperti ini berakhir dengan perceraian.

Keempat: Gadis yang cuek dan masa bodoh

Gadis ini tidak layak disebut sebagai seorang istri. Dia sama sekali tidak menaruh perhatian pada suami, tidak juga pada rumahnya. Tidak berusaha memenuhi kebutuhan suami atau permintaannya. Di sini sang suami merasa bahwa si istri tidak mencintainya, atau tidak menganggapnya. Kadang yang demikian membuat sang suami bersikap kasar kepada istri sebagai usaha untuk meluruskannya. Akan tetapi jika sang istri memiliki sifat seperti ini, maka akan sulit merubahnya. Hal ini menjadikan sang suami tidak menaruh perhatian terhadap istri, tidak mesra dengannya dalam segala hal, dan bisa menyebabkan perpisahan. Maka mulai sekarang seharusnya istri mulai memberikan perhatian terhadap suami.
Kelima: Gadis yang Kekanak-kanakkan

Yaitu gadis yang senantiasa tergantung pada ibunya, dan terus terikat dengannya, bersandar kepadanya dalam segala hal. Dia bertindak dengan malu, tidak mampu mengemban tanggung jawab. Kebanyakan ibunyalah yang memberikan keputusan dan berkuasa pada seluruh urusan rumah. Maka sang putripun bersandar kepadanya dalam segala hal seperti apa yang dia kerjakan saat masih kanak-kanak. Dengan sifat seperti itu, dia tidak layak menjadi seorang ibu bagi putra-putranya, dikarenakan putra-putranya akan menjadi pribadi-pribadi yang terputus, tidak utuh. Adapun sang suami, maka ia merasa seolah-olah telah menikahi ibu mertuanya, karena dialah yang mengatur segala keperluannya. Maka wajib bagi para gadis untuk belajar memikul tanggung jawab dan berbuat secara dewasa.

Keenam: Gadis yang meninggalkan Tugas Rumah Tangga

Kebanyakan gadis seperti ini adalah gadis yang bekerja (wanita karir). Akan tetapi, ada perbedaan antara istri yang bekerja dan istri yang pergi meninggalkan tanggung jawab rumah. Artinya ada banyak istri yang bekerja, tetapi mereka dapat melakukan segenap pekerjaan rumah tangga dan memberikan perhatian terhadap berbagai keperluan suami dan anak-anak mereka. Pekerjaan mereka tidak membuat mereka durhaka terhadap keluarga. Maka istri harus menyeimbangkan antara pekerjaan dengan suami dan anak-anaknya. Janganlah pekerjaan membuat keluarga terhalangi dari perhatian dan kasih sayangnya. Sehingga sang suami merasa kehilangan kemesraan, akhirnya timbullah permasalahan diantara mereka.

Ketujuh: Gadis yang Lemah

Yaitu seorang gadis yang terbiasa pasrah terhadap keadaan di sekitarnya, apakah terhadap keluarga atau teman-temannya. Dia sangat lemah untuk bisa mengambil keputusan dengan dirinya sendiri, tidak berusaha mengadakan musyawarah atau menampakkan pendapat apapun. Kepribadian yang lemah, penurut, dan tidak terbiasa memikul tanggung jawab. Kebanyakan penyebabnya adalah keluarga, yaitu dengan sikap keras sang ayah, dan diamnya ibu. Maka sang suamipun kehilangan teman yang bisa memberikan nasihat, atau masukan-masukan dalam berbagai urusannya.

Kedelapan: Gadis yang membuat was was

Yaitu gadis yang menggambarkan suaminya dengan gambaran yang terburuk. Sebagai contoh, jika suami terkena penyakit mulas, maka sang istri membesar-besarkannya serta meyakininya bahwa sang suami menderita usus buntu. Jika panas sang suami meningkat dia berkata bahwa dia telah terkena demam. Jika sang suami terlambat, dia berkeyakinan telah terjadi kecelakaan atau terkena sesuatu yang tidak disukai. Istri semacam ini akan mendorong suami untuk selalu was-was dan berkhayal macam-macam serta selalu khawatir.

Kesembilan: Gadis yang Sok Sempurna

Yaitu gadis yang berambisi untuk mengerjakan sesuatu dengan benar, dan terlalu berlebih-lebihan di dalamnya sehingga sang suami dan orang-orang yang tinggal di sekitarnya terkadang merasa jengkel. Sifat seperti itu membuatnya fanatik buta dalam kehidupan rumah tangga. Dia menginginkan kesempurnaan dalam segala hal. Jika pergi salah seorang teman maka harus membawa hadiah berharga dan mahal dibungkus dengan bungkus yang mewah dan seterusnya. Sifat seperti ini dimungkinkan akan membuat suami melakukan respon yang mungkin bisa menjadi seorang laki-laki yang keras dan menolak apa saja yang dilakukan istri, sekalipun perbuatan itu untuk kepentingannya, dan dia tidak lagi mementingkan keridhaan istrinya

Sekarang, carilah untuk dirimu sendiri wahai saudariku, sifat manakah dari kesembilan sifat tersebut yang kamu miliki? Kemudian bersihkanlah dari dirimu agar kehidupan rumah tanggamu selamat dan bahagia. 

(Zuhair Qarami. Majalah Qiblati).
READ MORE - 9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-laki

SoLiLokui Mawar Berduri (Teruntuk yang Menamakan Dirinya Aktivis Dakwah)

AssaLamu’aLaikum warahmatuLLahi wabarakatuh…

Hai Muslimah...
Bagaimana harimu?
Menyenangkan?
Semoga begitu… 

Pagi ini, ketika kusibakkan tirai jendela kamarku, sang mentari menyapa ramah dengan sinar sejuknya. Seakan dia tahu kegilisahan yang mendera hatiku sejak sore.....

Bagaimana tidak?
Aku adalah seorang muslimah berjilbab yang selama ini berusaha ikhlas berdakwah. Aku selalu berusaha ikhlas menjaga kebersihan hati. Aku pun selalu menjaga agar suaraku, tingkah lakuku dan sikapku tidak menimbulkan virus cinta kaum Adam. Aku adalah orang yang selalu bercermin pada kegagalan untuk meraikh kemenangan. Aku selalu berusaha memberi yang terbaik untuk jalan dakwah ini. Tetapi mengapa aku harus digugat?Mengapa meksi datang padaku sepucuk surat yang membuat aku terasa tertohok, pas di ulu hati?

Tulisan tangan yang kuakui sangat lemah, bahkan cenderung artistik itu benar-benar menorehkan luka hati.
Nyeri..
Perih..
Bak sembilu menyayat-nyayat..
Surat itu anonim.
Awalnya aku menganggap seorang pengecut telah berani menyambangiku. Tapi isinya, kau mau tahu apa yang tertera diatas selembar kertas putih bergambar bunga mawar pada sudutnya itu? 

Simaklah...

"Saudariku sayang...,
Bagaimana mungkin engkau sampai terperdaya....
Kiramu.., engkau telah menjadi bunga Islam terpelihara.
Durimu tajam, kau pun (merasa) tumbuh di rimba...
Tapi, siapa dapat menghalangi diri dari wewangi dirimu...?
Siapa dapat mencegah diri dari indah menatapmu....?

Sungguh..,
Engkau telah terperdaya...!
Berkali-kali kubaca ulang. Mencoba membuat diri objektif. Tapi hasilnya sama saja, hatiku sakit. Sakit sekali!!! Tapi pagi ini, kucoba untuk merenung. Introspeksi. Evaluasi atas perjalanan hari-hariku.
Bukankah seseorang yang berjiwa besar itu harus mampu menerima perlakuan yang paling pahit sekalipun? Aku ingin mulai. MUlai mengaca diri.

Siapa sih aku? Selama ini aku telah mencoba keras meresapkan dalam dasar hatiku yang paling dalam bahwa aku adalah seorang hamba Allah. Itu selalu dan harus selalu kuingat. Sehingga dalam setiap aktifitas yang kulakukan, prinsip "LIllah-Billah-ilallah" selalu kucamkan. Itulah motto hidupku. Tapi sejauh mana aku berhasil..?

Aku merasa telah mengoreksi niatku. Tak ada yang salah. Aku yakin, hatiku bersih. Teman-teman aktifis dakwa dikampus telah paham sengan prinsipku ini. Aku akan menjadi orang pertama yang marah besar, manakala kudengar selentingan tentang kisah romantisme antar aktifis. Aku selalu berkata dengan gagah dihadapan adik-adik dan teman sejawatku, "Saya butuh orang yang berhati bersih dalam bekerja. Buang dan singkirkan setiap niat kotor. Saya benci bila aktifis dakwah dikotori dengan hati yang bengkok. Pastikan hati kalian bersih dalam setiap interaksi. Ingat itu! ini medan yang keras, saudariku. Jangan engkau terperosok dalam lubang-lubang cinta yang diciptakan syaithon bila engkau tidak dapat menjaga hatimu, tinggalkan saja medan dikampus atau segeralah menikah!" Vulgar. BArangkali itu kesanmu, wahai muslimah. Tapi itulah aku. Pengalaman telah mengajarkan kepadaku bersikap "keras".

Lalu, mengapa ia menyebutku terperdaya? Kalau iya, terperdaya oleh apa? Mana buktinya? Aneh rasanya bila menyebut diriku terperdaya oleh virus cinta! Kalaupun selama ini aku berinteraksi dengan rekan-rekan pria, semua itu murni urusan dakwah! Sungguh! KArena alasan itu pula, terkadang aku harus berdiskusi dan bertukar pikiran dengan mereka.

Kuakui, aku cenderung lebih sreg untuk bertukar pendapat dengan mereka yang lebih rasional dan realistis ketimbang kepada aktifis putri yang lebih banyak menggunakan pertimbangan perasaan dan tidak antisipatif dalam mengambil keputusan.

Wahai kaumku, tahukah engkau betapa besar perhatianku pada dakwah ini? TAhukah engkau, bahwa masalah pembinaan adik-adik kelas, program kerja yang matang, penempatan porsonil yang tepat, seleksi porsonil untuk garda depan, kordinasi kerja yang baik, selalu menjadi perhatian utamaku? Itulah sebabnya, kadang aku sampai menjelang isya di kampus. Itula sebabnya kadang kubiarkan rekan-rekan putra mengawalku pulang kerumah.

Meskipun aku sering terlibat diskusi, tapi ketahuilah tak ada topik lain kecuali masalah dakwah, dakwah dan hanya dakwah! Urusan dakwahlah dan semata-mata kerena kerja di jalan Allah-lah yang membuat aku menjalin hubungan dekat dengan beberapa rekan putra. Aku selalu menghindari pembicaraan yang mengarah pada persoalan pribadi. dalam rapat pun, bila pembicaraan sudah menyimpang (mulai di bumui dengan canda ria dan hal-hal yang tidak perlu) pasti aku intrupsi. Dalam setiap pembicaraan aku selalu menyiapkan agenda, hingga tak bertele-tele.

Sesungguhnya aku memang takut. Takut terjangkit virus cinta. AKu memilih sikap preventif daripada kelak harus mengobati. Kupikir, itulah cara terbaik untuk menjadi prajuritNya yang ikhlas dijalan mulia ini. Aku telah memakai caraMu, Ya Allah! Tapi, mengapa aku masih digugat?

Kucoba lagi menelusuri hari-hari yang telah kulalui. Bersih indah. Penuh semangat, full inovasi dan kreasi. Ah, hari-hariku kurasakan selalu lebih baik dari dari sebelumnya. AKu yakin itu. Seberapa besar?

Ah, ini pertanyaan yang selalu menyentak nuraniku. Seberapa besar, yah seberapa besar keyakinanku bahwa hari-hariku selalu bersih. DIbalik itu semua, ada satu pertanyaan yang selama ini selalu kutepis. pertanyaan tentang, "Bila kau dapat berusaha keras menjaga kebersihan hatimu, siapa yang dapat menjamin bahwa mereka (rekan-rekan putra) pun berusaha keras menjaga kebersihan hatinya? Tidakkah virus itu dapat menjangkiti hati mereka, lalu menularinya padamu..?

Ah, aku memang buta. Selama ini aku bersikeras pada sikap ngeyel: yang penting hatiku bersih. Dan bila hatimu kotor, itu urusanmu! seharusnya aku tidak bisa bersikap cuek bebek seperti itu. Bukankah aku sering terkena dampak kekotoran hati mereka?

Bukankah kadang aku tertatih-tatih menata hatiku manakala datang ujianMu? Bukankah aku sering menghilang dari medan untuk meredakan gejolak hati? Bukankah sering kudengar bisik-bisik takut bahwa Akh Fulan simpatik pada ukhti dengan tipe sepertiku? BAhwa Akh Anu ingin mempunyai pendamping yang memiliki kepribadian sepertiku dan sebagainya.

Aku memang buta. Aku telah terperdaya! Aku telah menyebarkan 'penyakit' sambil tak peduli pada keadaan 'si sakit' hanya karena aku merasa aman-aman saja. Aku lupa bahwa hati laki-laki itupun penuh rahasia seperti halnya hati kaum kita, perempuan.

Aku lupa bahwa masalah hati adalah subjektif. Benar adanya bahwa laki-laki suka pada kelembutan dan kemanjaan. Tapi siapa dapat melarang bila ada hati laku-laki yang justru cenderung pada sikap tegas dan tegar. Benar adanya bahwa laki-laki tersanjung bila ditempatkan pada posisi dimintai tolong dan perlindungan. Tapi, siapa yang dapat menyalahkan bila ada hati laki-laki yang lebih kepincut pada sikap mandiri dan penuh tanggung jawab

Wahai kaumku, kusadari diri telah terperdaya. Syaithan telah membisikkan rasa 'aman' dari bahaya virus cinta padaku dengan amat berlebihan. Syaithon telah menbuat aku tidak peduli pada andilku dalam mengotori hati orang lain. Tak ada yang dapat kulakukan sekarang kecuali segera berbenah diri! berlepas diri dari masalah dan pergi meninggalkan medan dakwah bukanlah sikap terpuji. Aku hanya perlu bersikap wasathan. Sederhana dan pertengahan. Kupikir tak ada salahnya meninjau kembali agenda aktifitasku di kampus. mengurangi intensitas pertemuan dengan rekan putra, mengerem sikap 'suhu' dan 'bossy' yang menonjol dalam pribadiku yang paling penting adalah menguatkan kembali hubungan hatiku dengan Allah.

Perenungan pagi ini membuat hatiku lebih tenang. Aku berterima kasih padaMu, YA Allah yang telah menggerakkan tangan seseorang untuk menggoreskan surat teguran. Untukmu, wahai kaumku, kuharap engkaupun dapat memetik hikmah dam pelajaran dari sini.

Sering kita lupa bahwa syaithan adalah musuh yang licik, hingga kita terperdaya oleh bujuk rayunya. Tak salahlah bila berkali-kali Allah memperingatkan agar waspada dari jebakannya. "..dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithon, karena sesungguhnya ia adalah musuh yang nyata bagimu" (QS. 2:108). Bila dilihatnya kita banyak melakukan amal shalih, dihembuskanlah dalam hati sikap riya', hingga rusak amal shalih tersebut. Bila ditemuinya kita dalam keadaan tenang dan berserah diri pada Allah, dibisikkanlah rasa was-was dan gelisah dalam hati kita. "Dialah yang membisikkan rasa was-was kedalam hati manusia" (An NAas: 5). Dan bila dilihatnya kita dapat membentengi diri dari virus cinta, maka ditebarkan virus tersebut pada kaum laki-laki sehingga rusaklah jalinan hubungan yang suci semata-mata karena Allah. Oleh karena itu, camkanlah selalu bahwa syaithan adalah musuh yang harus diperangi!

Saling mengingatkan dan menasehati di jalan Allah hendaknya selalu ditegakkan. Adalah salah besar biala kita berprinsip: yang penting aku tidak seperti itu! Kita tidak bisa merasa aman dari perbuatan dosa seraya meninggalkan saudara-saudara pada perbuatan tercelah. Ini namanya egois! Tidakkah kita ingin menikmati (syurga) insya Allah bersama-sama dengan teman seperjuangan??

Virus cinta itu kejam. Dia akan meninggalkan penderitanya tergolek lemah tak berdaya, sibuk dnegan angan-angan, tergelam dalam khayal, sambil melupakan amal shalih. Karena itu, bekerjasamalah dalam menghadapinya! "Saling menasehati dalam kebenaran, kesabaran, juga dalam rasa kasih sayang"

Sebagai perempuan berangkali kita harus berupaya keras menutup celah yang memberi peluang bagi masuknya virus cinta. salah satunya, seperti yang Allah peringatkan dalam Al qur'an...: "maka janganlah kamu lemah dan tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya. Dan Ucapkanlah perkataan yang baik" (Al Azhab: 32). JUga dalam intensitas pertemuan, mejaga padangan dan adab-adab pergaulan Islami.

Saling menularkan kebersihan hati melalui menghidupkan majelis-majelis ruhiyah juga penting untuk diperhatikan. Memperbanyak dzikrullah, tilawah dan tadabbur ayat-ayat Allah. Ingatlah batin yang kuat sumber motivasi bagi aktifitas fisik. Bagaimana mungkin para aktifis dapat selalu full semangat dan motivasi dalam beramal jika hatinya kotor dan dipenuhi keinginan yang belum waktunya?

Wahai muslimah...
Aku merasa malu, karena sempat tertohok dan sakit hati atas teguran itu. Tapi hatiku kini telah tenang. Aku siap untuk memperbaiki diri. Aku ingin selalu membersihkan hati dan membantu saudara-saudaraku dalam mebersihkan hati mereka. Bagaimana denganmu...??

-diketik ulang oleh uF^ dari majalah Ummi edisi 2 tahun 97-
Bandung, 11 Rabul Awwal 1431 H

-Sebuah nasehat untuk mereka yang telah memilih jalan yang mulia ini, jalan para Nabi dan RasulNya yaitu dakwah ilallah...-


…Copas By Lembaga Muslimah WI…
READ MORE - SoLiLokui Mawar Berduri (Teruntuk yang Menamakan Dirinya Aktivis Dakwah)

Jumat, 26 Februari 2010

Apakah Mushaf Al Quran Sekarang Telah Mengalami Perubahan ?

Penulis: As Syaikh Ahmad bin Abdur Rozzaq Ad Duwaisy

Soal : Apakah benar bahwa mushaf Al Qur’an yang ada sekarang ini telah mengalami adanya perubahan ?

Jawab :

Al Qur’an adalah Kalamullah (firman Allah ‘Azza wa Jalla) yang diterima oleh Jibril ‘Alaihis Sallam dari Allah kemudian dibacakan kepada Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wassallam. Dan Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wassallam mendengar langsung dari Jibril dan beliau menerima dari jibril sebagaimana yang Allah firmankan.

Dan Allah memeliharanya di qolbunya Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wassallam. Allah Ta’ala berfirman : QS Al Qiyamah:16-19 (artinya)

16. Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran Karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.

17. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.

18. Apabila kami Telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.

19. Kemudian, Sesungguhnya atas tanggungan kamilah penjelasannya.

Berkata Ibnu Jarir Rahimahullah dalam tafsirnya : “Para ahli tafsir berbeda dalam menyebutkan sebab kenapa dikatakan kepada beliau : Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran Karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya, Maka sebagian berpendapat : dikatakan yang demikian itu karena beliau apagbila turun kepadanya sesuatu dari Al Qur’an beliau cepat-cepat hendak menghafalnya karena rasa cinta beliau kepada Al Qur’an. Maka dikatakan kepada beliau : Jangan kamu cepat-cepat karena kami yang akan menjaganya untuk kamu. Sebagian ulama’ berkata : bahwa yang menjadi sebab dikatakan demikian itu adalah beliau banyak membaca Al Qur’an karena takut melupakannya, sehingga dikatakn kepada beliau : Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran Karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya untukmu. Dan kami yang akan membacakan kepadamu sehingga engkau tidak lupa. ( Tafsir Ibnu Jarir 29/187).

Allah ta’ala berfirman : QS Al Hijr: 9 (Artinya)

9. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya. (QS Al Hijr: 9)

Adz Dzikr adalah Al Qur’an dan sungguh Allah telah menjaganya bagi kaum muslimin dan para shahabat Nabi langsung mengambilnya dari Nabi mereka baik secara tertulis maupun hafalan. Kemudian mereka menyampaikan kepada ummat persis tidak ada perubahan atau pengurangan. Sungguh Abu Bakar As Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu telah mengumpulkannya pada jaman kekhalifahannya dengan perantaraan Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu kemudian dilanjutkan oleh Utsman Radhiyallahu ‘anhu pada kekhalifahan beliau dalam satu huruf agar tidak ada perbedaan ditubuh ummat dalam masalah ini.

Barang siapa berpendapat bahwa Al Qur’an sudah tidak terjaga atau telah masuk padanya perubahan atau pengurangan maka dia telah sesat dan menyesatkan. Dia harus dimintai bertaubat sehingga ia mau bertaubat dan kalau ia tidak mau taubat maka wajib bagi pemerintah untuk menegakkan hukum bunuh padanya dikarenakan ia telah murtad. Karena pendapat dia telah menentang firman Allah : QS Al Hijr:9 (artinya)

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya.

Serta menentang ijma’nya kaum muslimin tentang terpeliharanya kemurnian Al Qur’an dan selamatnya Al Qur’an dari berbagai perubahan.

Untuk inilah ulama’ kaum muslimin mengingkari orang-orang syiah bathiniyyah yang mereka menyangka bahwa Al Qur’an yang ada ditengah-tengah kaum muslimin adalah kurang, dan yang ada ditangan merekalah yang lengkap. Ini merupakan kebatilan yang paling bathil,

Kepada Allah kita mohon hidayah taufiq dan sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad , keluarga serta para shahabat beliau.

Dewan riset dan penelitian ilmiyyah dan fatwa, Ketua Wakil Ketua : Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz Abdur Razzaaq ‘Afify, Anggota Anggota: Abdullah bin Ghadyaan Abdullah bin Qu’ud

(Diterjemahkan oleh Ust. Abu Abdillah MR. Dari kitab Fatawa Lajnah Ad Daaimah lilbuhuts al Ilmiyyah wal Ifta’ jilid 4 (Bag. Tafsir) dengan meringkas pertanyaan)

Dikutip dari darussalaf.or.id offline Penulis: As Syaikh Ahmad bin Abdur Rozzaq Ad Duwaisy , Judul: Adakah Perubahan Dalam Al Qur’an ?

Baca Risalah terkait ini:
1.Sejarah Pengumpulan Mushaf Utsmany (AlQuran Sekarang)
2.Bagaimana Cara Menafsirkan Al-Quran ?
3.Al-Qur`an Obat Segala Penyakit
4.Keutamaan Al Qur’an
5.Al Qur`an Turun Tidaklah Untuk Dipajang di Dinding Dan dijadikan Sebagai Lukisan / Ukiran Kaligrafi

Diarsipkan pada: http://qurandansunnah.wordpress.com/
READ MORE - Apakah Mushaf Al Quran Sekarang Telah Mengalami Perubahan ?