Kamis, 18 Maret 2010

JANJI BUKAN SLOGAN

Islam hadir sebagai rahmat bagi alam semesta. Itulah jargon yang sangat populer di kalangan umat Islam, yang memang tercantum di dalam al-Qur’an. Islam mengajarkan kepada pemeluknya, nilai-nilai luhur yang berlaku universal. Misalnya, keadilan (al-‘adālah, justice) , kejujuran/terpercaya (al-amānah, trust), persamaan derajat manusia (equality),pertanggungjawaban (al-mas`uliyyah, accountability),toleransi (al-tasamuh)pembelaan terhadap yang lemah, dan lain-lain.

Menepati janji Allah dan rasul-Nya adalah pokok atau keutamaan dari semua janji. Bila seseorang berhasil menepati janji Allah dan rasul-Nya, maka ia akan berhasil pula dalam menepati janji lainnya. Sebaliknya, bila ia gagal memenuhi janji Allah dan rasul-Nya, maka ia adalah orang yang tidak lagi memiliki janji dan keamanan. Kerana, antara janji dan keimanan saling berhubungan.

Tidak diragukan lagi bahwa menepati janji dan menjaga perkataan seseorang adalah sikap dari orang beriman dan membatalkan janji merupakan salah satu tanda orang yang munafik.

Berdasarkan hadits, Nabi Muhammad SAW mengatakan :"Tanda orang-orang munafik itu ada tiga keadaan. Pertama, apabila berkata-kata ia berdusta. Kedua, apabila berjanji ia mengingkari. Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan) ia mengkhianatinya" (HR. Bukhari dan Muslim). Satu tambahan lagi, "Dan apabila bertengkar (bertikai), dia melampau."

Namun apakah ada alasan yang memperbolehkan seseorang ketika dia harus membatalkan janjinya menurut Islam

-Lupa

Allah Swt. telah memaafkan hamba-Nya yang karena lupa sehingga ia tidak mengerjakan sesuatu yang wajib. Allah Swt. berfirman, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah" (Al-Baqarah: 286) Dan Allah Swt. menjawab: “Iya.” (Diriwayatkan oleh Muslim)

2-Karena dipaksa
Gara-gara dipaksa bisa menjadi alasan yang memperbolehkan seorang Muslim untuk membatalkan janji yang ia buat, seperti seseorang yang ditahan atau dicegah sehingga ia tidak bisa memenuhi janjinya, atau seseorang yang diancam dengan hukuman yang menyakitkan.

Rasulullah Saw. bersabda:“Sesungguhnya Allah memaafkan kepada umatku dari kesalahan yang tidak disengaja, lupa atau yang dipaksakan atasnya." (Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim dan Ibnu Majah.)

3- Berjanji untuk melakukan sesuatu perbuatan yang haram atau tidak melakukan yang hukumnya wajib

Barangsiapa yang berjanji kepada seseorang bahwa ia akan melakukan perbuatan yang haram untuknya, atau ia tidak akan melakukan sesuatu yang hukumnya wajib, maka diperbolehkan baginya untuk tidak memenuhi janji tersebut.

4-Suatu kejadian yang tidak terduga sebelumnya

Jika terjadi suatu kejadian yang tidak diduga sebelumnya dan menimpa orang yang berjanji, seperti sakit, kematian saudaranya atau transportasi yang bermasalah dan alasan-alasan lainnya, maka situasi tersebut mungkin bisa menjadi alasan yang tepat apabila dia tidak bisa memenuhi janjinya, sesuai dengan firman Allah Swt. dalam Al-Qur'an “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Al-Baqarah: 286)"

Prinsip-prinsip tersebut secara jelas tercantum di dalam al-Qur`an maupun hadis Nabi, yang
merupakan nilai-nilai utama ajaran Islam, setelah akidah tauhid. Jika para pemeluk Islam mampu mengimplementasikan dengan baik nilai-nilai tersebut, niscaya Islam benar-benar menjadi rahmatan li al-`ālamīn,tidak sekedar slogan dan jargon semata.

Dalam sebuah hadits, dari Abu Hurairah ra., Rasulullah bersabda, "Jiwa (ruh) seorang mukmin akan tergantung karena hutangnya, sampai terlunasi (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh al-Albani).

Maka sering disebut juga....
Apa yang diucapkan janganlah dipungkiri
Apa yang diikrarkan jangan ditarik lagi
Janji itu hutang harus dipenuhi
Janji itu hutang harus ditepati

‘Pabila dipungkiri merusak harga diri
‘Pabila diingkari akan dibawa mati
Janji itu hutang harus dipenuhi
Janji itu hutang harus ditepati

Ringan diucapkan berat dalam tanggungan
Citra manusia ada dalam ucapan
Sebelum berjanji baiknya dipikirkan
Mengingkari janji hilang kepercayaan
Manusia suka harta tetapi lupa pada amalan
Manusia suka rumah tetapi lupa pada kubur
Manusia suka bercinta tetapi lupa pada neraka
Manusia suka berbalah tetapi lupa pada syurga
Manusia suka manusia tetapi lupa pada Pencipta... See More

Walau apa pun yang kita suka, jangan lupa tentang akibatnya yang sedang menanti. Ingatlah, malaikat tidak pernah berhenti mencatat!!!
Ditulis pada hari Selasa · · · Laporkan Catata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar