Kamis, 18 Maret 2010

Lingkungan Yang Mengajak Sirik

Lingkungan Yang Mengajak Sirik


Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Beberapa waktu lalu ada yang menanyakan bagaimanakah seandainya kita dilahirkan pada suatu keluarga yang menjalankan ibadah dengan baik namun juga melakukan hal-hal yang cenderung diduga mengarah kepada kesyirikan?Saya tercenung cukup lama untuk mencari tahu bagaimana memecahkan masalah ini.Dimana orang tua yang memiliki otoritas mewajibkan si anak untuk berperilaku yang sama (ber-adat) dengan perilaku yang “diduga” akan mengarah kepada kesyirikan.

“Master saya terlahir dari keluarga yang taat beribadah,sholat lima waktu,puasa,infaq semua alhamdulillah kami jalankan dengan baik.Tapi saya ada yang gak sreg dengan apa yang dilakukan Papa dan Mama.Mereka suka memberikan sesajen pada tempat-tempat yang dianggap wingit dan mempercayai jimat-jimat serta mencari wangsit di kuburan”Ungkap Denok kepada saya.

“Sebentar yah,nanti saya buatkan catatan khusus dan saya akan bertanya dulu kepada Allah SWT untuk mencari tahu apa yang akan diilhamkan olehNYA kepada saya karena saya bukanlah seorang kiai ataupun ustadz!Semoga bersabar!”.

“Baik Master,saya tunggu!”.Beberapa lama saya belom bisa menjawab pertanyaan itu,tetapi nampaknya Allah SWT ingi saya segera menjawabnya karena barangkali dianggap sangat penting olehNYA. Saya agak kesulitan menjawab pertanyaan tentang suatu lingkungan yg cenderung mengajak ke arah sirik atau musyrik.Sampai pada siang ini ketika saya lagi membuka buku S2 tanpa sengaja AlQur'an kecil saya bergeser & jatuh dari tumpukan buku lalu terbuka Surah Al Kahfi ayat 110,intinya jika ingin berjumpa degan Allah,jangan mempersekutukan Allah dengan zat lainnya.Ya,sebiha hikmah yang sepertinya ingin diilhamkan Allah SWT kepadaku.Baiklah mari kita kupas apa yang menjadi jawaban Allah SWT melalui ilham itu ? Pertama Alqur’an terbuka sendiri pada ayat 110 apakah bunyinya ?

(QS.18:110)



Indonesia :
110. Katakanlah: Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: Bahwa sesungguhnya Ilah kamu itu adalah Ilah Yang Esa. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabb-nya. (QS. 18:110)

English :
110. Say, "I am no more than a human like you, being inspired that your god is one god. Those who hope to meet their Lord shall work righteousness, and never worship any other god beside his Lord."

Lalu ketika saya ungkapkan ini maka ada yang menyangkal di wall yang menyatakan bahwa Allah SWT itu punya banyak nama?Benarkah demikian ?Ingat kita semua sedang belajar ilmu hikmah pencerahan Qalbu dan kecerdasan akhlak.Kebenaran bisa datang sendiri melalui dimensi sudut pandang yang sekecil-kecilnya.
Seorang ahli spiritual mengatakan sebuah kalimat penyangkalan seperti berikut :
“Inilah kalimat yang dijadikan senjata untuk orang yang universal,bahwa tidak boleh mempersekutukan,seakan-akan mengakui ada Tuhan-Tuhan yang lain selain AKU.Bukan berati tidak boleh mengakui Tuhan dengan seribu nama,tetapi dialah ESA atau SATU.

Mempersekutukan secara tidak langsung adalah dengan benda-benda atau ajimat,Dukun-dukun walau dukunnya Shalat dan doa-doanya dengan Surat-surat Al-Quran,membuat perjanjian dengan mahkluk halus untuk kekayaan”.

Lalu dia melanjutkan dengan pertanyaan sebagai berikut:

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabb-nya. (QS. 18:110) ...

Mengapa tidak ditulis "HARUS SHOLAT.." TAPI MENGERJAKAN AMAL SHOLEH DAN TIDAK MEMPERSEKUTUKANNYA.."?

Bukankah katanya shalat adalah tiangnya agama.?”
Saya agak kebingungan menjawab pertanyaan yang menohok ini,karena sekali lagi saya bukan Kiai atau ustadz tetapi secara ajaib lagi buku Al-Qur’an membuka sendiri untuk kedua kalinya.Masih Surah Al Kahfi:102 secara ajaib halaman itu membuka sendiri terkena angin kencang karena hari ini cuaca akan hujan.Saya melihatnya dengan mata kepala sendiri.


Indonesia :
102. Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hambaku menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami akan menyediakan neraka jahannam tempat tinggal orang-orang kafir. (QS. 18:102)

English :
102. Do those who disbelieve think that they can get away with setting up My servants as gods beside Me? We have prepared for the disbelievers Hell as an eternal abode.


Lalu saya seperti mendapat ilham untuk menulis jawaban.”Tuhan itu satu yaitu Allah SWT namun sifatNYA yang mutlak ada 99 yaitu Asma UlHusna lainnya dan Allah SWT bukan zat berwujud karena kata wujud saja adalah ciptaanNYA”.Jadi Allah SWT hanya memiliki satu nama yaitu Allah SWT dengan memiliki 99 sifat mutlak yang dimilikiNYA.Jadi DIA tidak memiliki nama penyebutan diri selain “ALLAH”.Selain hal itu maka yang ada adalah sifatNYA.Kita bukan menyembah sifatNYA namun menyembah Allah SWT dan menghamba kepadaNYA dengan mendekati DIA dengan sifat-sifatNYA agar DIA berkenan dan merahmati kita semua.

Bagaimana dengan pertanyaan shalat?Kita akan bahas itu dalam sebuah catatan khusus mengenai perintah shalat oleh Allah SWT.Mari kita lanjut ke substansi dasar pembicaraan ini mengenai bagaimana cara mengubah keadaan dan kebiasaan tersebut yang mengarah kepada kesyirikan ?Suatu hal yang sulit adalah beroposisi dengan keadaan dimana keadaan itu dikuasai/dikontrol oleh orang yang memiliki otoritas atas diri kita.Suatu hal yang luar biasa sulit.

Hal yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah itu syirik atau bukan adalah mengetahui apa maksud yang terkandung di dalamnya terlebih dahulu dengan bertanya kepada pelaku.Ingat,jangan berprasangka.Karena jika keliru dalam berprasangka maka dosanya akan menjadi tanggungan kita.Apa maksud memberi kembang pada ruangan itu?Jangan-jangan itu dimaksudkan untuk pengharum ruangan karena gak punya uang buat beli bayfresh.Itu bisa saja terjadi.Atau malah pengganti autan atau obat nyamuk bakar.Sesuatu yang tidak masuk akal seperti itu bisa saja terjadi pada jalan pikiran orang-orang yang berbeda dan itu manusiawi.Jika sudah ditanyakan dan dijawab bahwa itu untuk sesajen atau ritual penyembahan dengan tegas,maka kesimpulan sudah bisa diambil.Itu syirik bahkan dengan alasan untuk menyembah kepada Allah SWT sekalipun dengan media jin,perewangan dan sebagainya.
Bagaimana jika yang melakukan adalah orang tua kita,mertua kita dan sebagainya yang memiliki otoritas untuk memaksakan kepada kita dengan dalih sebagai “wong tuwo”?Hal yang harus diungkapkan adalah dengan cara lembut dan bijaksana,gunakan orang lain yang lebih mumpuni sebagai alat untuk memasukkan pemahaman.

“Pah,itu saya baca catatan master katanya sirik loh?Apa Papah gak takut azab Allah?”.Itu cara yang paling aman dalam mengungkapkan sesuatu kepada orang yang memiliki otoritas kuat pada diri kita.Yah,memang agak pengecut,tapi ingat cara inilah yang saya sebut sebagai cara “Ksatria Yang Bersembunyi”.Di jaman abad pertengahan,para Ksatria Inggris selalu memenangkan pertempuran dengan lawan-lawannya karena bersembunyi sangat kuat dalam zirah besi yang tidak tembus apapun.Mereka menggunakan cara Nabi Daud AS dalam berperang.Jangan tampakkan konfrontasi langsung namun berikan kebenaran dengan menggugah kesadaran dari dirinya sendiri,sehingga konflik tidak akan terjadi dan meluas menjadi sebuah perang yang besar dan merugikan kita semua.Apa hasil dari apa yang kita sampaikan?Jika mereka tertawa karena merasa bahwa kita hanya anak/bocah kemaren sore maka lakukan cara yang kedua,memohon kepada Allah SWT membukakan rahmatNYA kepada mereka dan membuka mata Qalbu mereka dengan “ilmu kasihan”.

Langkah yang ketiga yaitu tidak usah mengurusi mereka dan fokus pada diri anda sendiri “look inside”.Baca surah Al Kahfi secara penuh selepas maghrib atau ba’da Isya.Semoga hati mereka yang terkunci akan dibukakan oleh Allah SWT dan kita sendiri juga tidak dicabut hidayahNYA oleh Allah SWT karena berlaku durhaka dengan menyakiti hati mereka.
Insya Allah dengan cara-cara ini maka kita semua akan bisa mengambil hikmah yang bisa kita berikan tidak hanya bagi diri kita melainkan manfaat untuk lingkungan kita serta bekal kita menghadapi hari pembalasanNYA.Terima kasih.Semoga Allah SWT merahmati kita semua.

Wassalam,



Raden Adhi Sri Kuncoro,
Master Wong Sintinx



Seperti yang sudah sering diungkapkan oleh Sdr.Soetrisno Bachir Bahwa "Hidup adalah perbuatan!"....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar