Selasa, 02 Maret 2010

OPINI DARI KAMI AGAR KAUM MUSLIMIN DAPAT BANGKIT



OPINI DARI KAMI AGAR KAUM MUSLIMIN DAPAT BANGKIT


Jakarta, 28 Februari 2010


Bismillaahir rohmanir rohiim
Assalamu’alaykum warohmatullaahi wa barokaatu


Saudara-saudari kami tercinta yang dirahmati oleh Allah ta’ala…

Pada pembahasan ini kami berusaha meringkas kekurangan-kekurangan Muslimin pada beberapa masalah pokok yang mencakup berbagai kekurangan yang menimpa mereka. Bisa jadi bahwa mereka tidak memahami dienulnya secara benar. Kebanyakan mereka menggunakan nash-nash dienul untuk tujuan mencari sesuatu yang murah dari perhiasan dunia yang haram, kemudian mereka berpaling apabila diseru kepada kemuliaan. Kefanatikan terhadap mazhab dan golongan juga sering menguasai mereka, sehingga memalingkan mereka dari jihad dan kemuliaan.

Berikutnya banyak pemimpin di berbagai belahan dunia Islam yang melalaikan bangsanya dari tujuan-tujuan kepentingan umum dan keinginan-keingainan yang sah, serta mengarahkan umatnya untuk senantiasa memperhatikan kepentingan-kepentingan pribadi.

Begitu juga, kepartaian yang memuakkan yang tidak berdiri di atas dasar dan jalan yang benar, telah menjadikan sebagian mereka menjadi musuh sebagian yang lain. Pandangan-pandangan mereka terhadap berbagai kesulitan bersifat dangkal dan sempit, tidak mendalam dan tidak mencakup, tidak didasarkan kepada perhitungan dan penyelidikan.

Mereka tidak mengenal diri mereka, tidak mengetahui sejauh mana kemampuan mereka, dan tidak menyadari berbagai kemampuan dan karunia yang ada di tangan mereka. Sebagian dari mereka memahami bahwa peradaban hanyalah harta, gedung, mobil, dan syahwat. Mereka terkadang begitu saja mengikuti perkara-perkara yang rendah. Mereka tidak meminum dari sumber mata air ilmu yang benar, dan tidak meminum dari sumber mata air peradaban yang lurus.

Saudara-saudari kami tercinta rahiimakumullah…

Menurut kami setidaknya ada SELUSIN bentuk ‘revisibilitas’ untuk membangkitkan Muslimin, dan untuk menjadikan mereka menjadi umat yang satu, sebagaimana juga telah dikatakan al-Qur’an, insyaAllah kita harus melaksanakan hal-hal berikut ini :

01. Bangsa-bangsa Islam harus menyusun langkah-langkah yang bersifat ilmiah, mencakup dan terprogram, untuk menyebarkan bahasa Arab di tengah-tengah mereka. Karena bahasa Arab adalah bahasa al-Qur’an dan bahasa Islam; dank arena perbedaan bahasa di antara Muslimin tidak mendatangkan kesaling-pahaman di antara mereka.

02. Setiap organisasi Islam. Baik organisasi rakyat maupun organisasi resmi, wajib menempatkan pada permulaan tujuan program kerja mereka adalah membuat semangat berjemaah, kekesatriaan, keberagaman yang lurus, pada diri setiap anggotanya, terutama di kalangan pemuda.

03. Dienul adalah untuk kehidupan. Artinya, dienul menjadi panglima dan petunjuk kehidupan. Oleh karena itu, wajib diajarkan pelajaran-pelajaran keislaman yang terperinci dan tersusun secara sempurna, untuk menjelaskan program-program dienul di dalam menjalankan kehidupan ini, untuk kemudian kita menerapkan program-program tersebut, baik dalam tataran individu, bangsa, maupun pemerintah.

04. Kesungguhan di dalam menyebar-luaskan kekuatan di dalam setiap bidang kehidupan masyarakat Islam. Di dalam bidang pendidik jasmani, di dalam bidang pendidikan dan pengetahuan, di dalam bidang akhlak individu dan masyarakat, di dalam bidang kehidupan materi dan kemakmuran; dengan tujuan supaya kekuatan-kekuatan ini menjadi penangkal dan perlengkapan, bukan menjadi alat untuk melakukan kelaliman.

05. Dalam bidang ekonomi, banyak permasalahan dan kesulitan yang harus diselesaikan. Ekonomi mempunyai pengaruh yang besar di dalam bidang akhlak, keamanan dan berbagai hubungan. Oleh karena itu, bangsa Islam wajib mencurahkan perhatiannya yang besar kepada bidang ekonomi, dengan diikuti oleh langkah-langkah yang kongkrit.

06. Di daerah-daerah yang didiami umat Islam terkadang berbagai kekayaan dan karunia yang banyak. Di perut bumi, di bawah bukit dan gunung, di air hujan, di dalam kekuatan sungai dan laut. Muslimin harus mengeksplorasi dan menemukan berbagai kekayaan ini, dan kemudian secara baik memanfaatkannya. Dalam arti tidak ada satu pun dari Negara Islam yang mengimpor sesuatu yang dibutuhkannya dari dunia luar, kecuali jika barang tersebut benar-benar memang tidak ada di dalam Negara-negara Islam.

07. Memanfaatkan buku, majalah, surat kabar, radio, televisi, panggung drama, bioskop, dan semua media massa yang ada, untuk digunakan sebagai sarana dakwah kepada Allah, dan untuk membentuk opini Islam, setelah terlebih dahulu seluruh media massa ini diwarnai dengan warna Islam yang utama.

08. Memperkuat hubungan antara ulama-ulama masyarakat Islam dan para aktivis dakwah, melalui korespondensi, wisata, muktamar, tukar menukar kitab dan berbagai bulletin, serta bermusyawarah di dalam berbagai urusan yang menjadi kepentingan Muslimin.

09. Islam adalah dienul dunia, al-Qur’an al-Karim telah turun untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Oleh karena itu, Muslimin wajib bersegera meletakkan berbagai arti yang jelas dan pasti bagi al-Qur’an al-Karim, kemudian menerjemahkan arti-arti ini kepada berbagai bahasa, sehingga cahaya Allah swt sampai kepada seluruh bangsa Islam dan juga bangsa-bangsa lainnya melalui bahasa yang mereka pahami.

10. Menerbitkan buku tahunan, yang dinamakan “Buku Tahunan Sunia Islam”, yang di dalamnya di tampilkan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa-bangsa Islam, baik kepedihan-kepedihannya maupun harapan-harapannya, keadaan mereka pada masa sekarang dan prospek mereka pada masa yang akan datang, begitu juga berbagai informasi yang mesti diketahui oleh setiap Muslim tentang negeri mereka yang lebih besar. Dengan begitu, akan bertambah keimanan dan kebanggan mereka.

11. Membentuk komisi-komisi yang kuat dari berbagai mazhab Islam, untuk membahas masalah-masalah perbedaan (khilafiyah), dan kemudian mengembalikan kepada ruang lingkupnya yang terbatas dan dasar-dasarnya yang dapat dibenarkan. Karena, perbedaan yang meruncing di antara mazhab-mazhab Islam akan mendorong kepada berbagai fitnah, lenyapnya berbagai kemampuan dan potensi yang besar, dan juga akan mewariskan kedengkian dan permusuhan, serta sedikit pun tidak akan mendatangkan manfaat bagi para pengikutnya ataupun juga bagi orang lain. Semua mazhab Islam harus sepakat kepada dasar umum yang menaungi seluruh Muslimin dengan panji kecintaan dan persaudaraan.

12. Warna pengajaran pada berbagai tingkatannya harus diberikan dengan warna Islam. Sehingga, dari pengajaran yang seperti ini insyaAllah akan muncul manusia-manusia yang beriman kepada Rabb-nya, mengatahui dienulnya, paham akan sejarahnya, cinta kepada negaranya, dan terdidik untuk berjihad demi keyakinan dan pemikirannya.


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. “ (QS. Al-Hujuraat {49}:13).

Saudara-saudari kami tercinta rahiimakumullaah…

Demikianlah selusin perangkat yang idealnya insyaAllah kita yakini sebagai jalan untuk menuju kepada kemuliaan Islam dan kebangkitan Muslimin. Amin yaa Allah yaa Robbal’alamiin…


Barakallahu fiikum,
Wassalamu’alaykum wr.wb.
~Jeanny Dive & MAD Team~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar