1. Engkau harus bisa menjaga kehormatan diri tanpa menyombong, merendahkan diri tapi tidak menghinakan. Engkau harus menemui rekan atau rival dengan raut wajah yang bersahabat, tanpa menunjukkan keminderan dan ketakutan kepada mereka. Dalam Suatu pertemuan, jangan sampai menganyam-anyam jemari tangan, memasukkan ujung jari ke lubang hidung, banyak meludah dan menguap.
2. Perhatikan lawan bicaramu, jangan terlalu sering memintanya untuk mengulangi perkataan yang telah disampaikan, jangan berbicara memamerkan dirimu, anakmu atau keluargamu, jangan bertingkah laku layaknya wanita dan jangan bertindak layaknya budak.
3. Buatlah anggota keluargamu takut bukan dengan cara kekerasan, bersikap lemah lembutlah kepada mereka tanpa menunjukkan kelemahan
4. Jangan bergurau dengan pembantumu, karena pamormu bisa hilang.
5. Jangan banyak menoleh ke belakang.
6. Jangan banyak bergaul dengan penguasa, waspadalah terhadap gunjingan dan dosa, simpanlah rahasiamu, jangan menjilat kepadanya, jangan berdehem-dehem di dekatnya. Jika penguasa itu kerabatmu, maka tetaplah waspada terhadap dirinya. Sebab jika dia lepas kontrol terhadap dirimu, maka engkau tidak akan aman dari kesewenangannya, dan tetaplah bersikap baik terhadapnya serta jangan menemuinya selagi dia berkumpul dengan keluarganya.
7. Janganlah menjadikan hartamu lebih mulia daripada kehormatanmu.
8. Jika engkau memasuki suatu majelis,ambillah tempat yang paling dekat atau jajaran terakhir dari yang ada.
9. Jangan duduk-duduk di pinggir jalan. Jika terpaksa harus duduk di sana, maka tundukkanlah pandanganmu, tolonglah orang yang dizhalimi dan tunjukkan jalan kepada orang yang tersesat.
10. Jangan meludah ke arah kiblat dan jangan ke arah kanan. Tapi meludahlah ke arah kiri di dekat kakimu.
11. Hati-hatilah saat duduk-duduk bersama orang awam. Jika engkau harus duduk-duduk bersama mereka, maka bersikaplah seperti orang yang tidak tahu terhadap tindakan mereka yang mencerminkan akhlak (mereka) yang buruk.
12. Jangan TERLALU BANYAK BERCANDA, karena orang yang pandai akan mencibir kepadamu karena candamu dan orang yang bodoh akan (berani) berbuat lancang terhadap dirimu.
(Mukhtashar Minhajul Qashidin, Ibnu Qudamah)
2. Perhatikan lawan bicaramu, jangan terlalu sering memintanya untuk mengulangi perkataan yang telah disampaikan, jangan berbicara memamerkan dirimu, anakmu atau keluargamu, jangan bertingkah laku layaknya wanita dan jangan bertindak layaknya budak.
3. Buatlah anggota keluargamu takut bukan dengan cara kekerasan, bersikap lemah lembutlah kepada mereka tanpa menunjukkan kelemahan
4. Jangan bergurau dengan pembantumu, karena pamormu bisa hilang.
5. Jangan banyak menoleh ke belakang.
6. Jangan banyak bergaul dengan penguasa, waspadalah terhadap gunjingan dan dosa, simpanlah rahasiamu, jangan menjilat kepadanya, jangan berdehem-dehem di dekatnya. Jika penguasa itu kerabatmu, maka tetaplah waspada terhadap dirinya. Sebab jika dia lepas kontrol terhadap dirimu, maka engkau tidak akan aman dari kesewenangannya, dan tetaplah bersikap baik terhadapnya serta jangan menemuinya selagi dia berkumpul dengan keluarganya.
7. Janganlah menjadikan hartamu lebih mulia daripada kehormatanmu.
8. Jika engkau memasuki suatu majelis,ambillah tempat yang paling dekat atau jajaran terakhir dari yang ada.
9. Jangan duduk-duduk di pinggir jalan. Jika terpaksa harus duduk di sana, maka tundukkanlah pandanganmu, tolonglah orang yang dizhalimi dan tunjukkan jalan kepada orang yang tersesat.
10. Jangan meludah ke arah kiblat dan jangan ke arah kanan. Tapi meludahlah ke arah kiri di dekat kakimu.
11. Hati-hatilah saat duduk-duduk bersama orang awam. Jika engkau harus duduk-duduk bersama mereka, maka bersikaplah seperti orang yang tidak tahu terhadap tindakan mereka yang mencerminkan akhlak (mereka) yang buruk.
12. Jangan TERLALU BANYAK BERCANDA, karena orang yang pandai akan mencibir kepadamu karena candamu dan orang yang bodoh akan (berani) berbuat lancang terhadap dirimu.
(Mukhtashar Minhajul Qashidin, Ibnu Qudamah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar