Minggu, 16 Mei 2010

Jadi Ibu Rumah Tangga atau Wanita Karier(CURHAT)


Keduanya meletakkan perempuan pada posisi yang tak menyenangkan, karena ia akan mudah sekali merasa bahwa kebebasannya untuk menjalani hidup seperti yang ia inginkan lalu hilang, sebagai bagian konsekuensi dari pernikahannya.

Artinya, begitu 'mahal' harga yang harus ia bayar untuk menjadi Nyonya Anu! Dalam kasus ini, agar tetap bisa menikmati perkawinannya, si istri harus mampu memaknai perkawinannya dengan menggali lebih dalam lagi ke dalam dirinya, apa sebenarnya yang ia inginkan dari perkawinan tadi, sehingga pengalaman demi pengalaman yang ia lalui dapat memberi perasaan yang positif, ketika ia mendapati bahwa 'mimpi'nya ternyata menjadi kenyataan.

Yang dahulu sewaktu sendirian tak bisa ia peroleh, ternyata kini ia alami dalam kebersamaan dengan suami dan anak-anaknya. Akan tetapi, dapat pula terjadi sebaliknya, kenyataan demi kenyataan ternyata memberi pengalaman yang tidak menyenangkan, sehingga di dalam hati ia meratapi keputusannya menikah dahulu.

Hidup memang tak memberi semua yang kita inginkan. Dalam keterbatasan-keterbatasan yang ada itulah, kita harus pandai-pandai menentukan yang mana yang merupakan prioritas hidup, sehingga tidak bisa tidak harus diutamakan, mana yang bisa dipilih untuk dilakukan atau tidak, dan akhirnya mana pula yang tak perlu dilakukan, karena hanya buang-buang waktu saja.

Sekali lagi, bersepakatlah dengan suami, selalu minta persetujuannya untuk apa pun yang akan Anda lakukan dalam hidup Anda, karena hemat saya, sebagai kepala keluarga, suami harus kita hormati. Bisa saja ada yang ia inginkan dan kita tak suka, tetapi kalau Anda ikhlas menerimanya sebagai bagian dari pengakuan Anda atas kepemimpinannya di rumah tangga, saya yakin Tuhan akan memberi limpahan rahmat-Nya, di sisi kehidupan yang lain.

Jangan menganggap bahwa Anda sedang meletakkan diri di bawah kakinya ketika ini Anda lakukan. Bila Anda membuatnya merasa nyaman menjalankan peran sebagai kepala keluarga, bukankah ia lalu akan memperlakukan Anda dengan baik juga? Pastilah ia akan makin mempertimbangkan dengan matang, apa yang boleh dan tak boleh untuk istrinya.

Seseorang tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang telah ia alami, tetapi yang dimintai tanggung jawab adalah sikapnya, pikirannya, dan keikhlasannya terhadap apa yang ia alami. Dengan demikian, berusaha untuk melihat kebaikan dan hikmah Ilahi terhadap apa yang diciptakan Allah dalam situasi yang dihadapi seseorang, dan bersikap positif akan mendatangkan kebahagiaan bagi orang-orang beriman, baik di dunia maupun di akhirat. Tidak duka cita dan ketakutan yang menghinggapi orang-orang yang beriman yang memahami rahasia ini. Demikian pula, tidak ada manusia dan tidak ada peristiwa yang menjadikan rasa takut atau menderita di dunia ini dan di akhirat kelak. Allah menjelaskan rahasia ini dalam al-Qur'an sebagai berikut:

"Kami berfirman, 'Turunlah kamu dari surga itu. Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan mereka tidak bersedih hati'." (Q.s. al-Baqarah: 38).

"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar." (Q.s. Yunus: 62-4).

[untuk laki-laki]

Pilih punya istri seperti apa?

a. wanita karir
b. ibu rumah tangga

[untuk wanita]

Pilih jadi istri seperti apa?

a. wanita karir
b. ibu rumah tangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar