Rabu, 12 Mei 2010

~ Menantu Calon Penghuni Surga ~

adilah menantu ‘agak’ mahal di mata Alloh



Semoga hidayah petunjuk Alloh, inayah pertolongan Alloh, senantiasa menyertai kita dimanapun, kapanpun, dan insyaAlloh dalam kondisi bagaimanapun.

Shalawat serta salam selalu bagi hamba pilihan Alloh, Nabi Muhammad SAW, keluarga beliau, para sahabat, dan insyaAlloh seluruh penduduk beliau hingga akhir zaman nanti.
Amiin..ya mujiibassaailiin….(Dzat pengabul doa)

Kali ini kita membahas 7 sunah harian Rasuluulloh SAW. Hidup kita terdiri dari hari-hari, jam, menit, detik. Orang-orang yang beriman menyadari bahwa hidup ini amat sangat cepat berlalu, bahkan sekejap. Bagaimana tidak disebut sekejap? Kita bisa bayangkan waktu usia 10 tahun, 20 tahun, ketika menjadi anak tau-tau sekarang sudah punya anak. Atau mungkin kita membayangkan menjadi seorang cucu, tau-tau kita sudah punya cucu. Tau-tau 50 tahun, 60 tahun, dan semua kita lalui dengan sekejap.
Pernahkah terbersit di benak kita mereka yang telah wafat? 10 abad yang lalu? 5 abad yang lalu? Seabad yang lalu? Atau baru yang meninggal? Apa yang mereka rasakan di alam kubur? Bukankah peristiwa itu dilalui dalam sekejap? Alhamdulillahirabbil ‘alamiin...

Kita masih hidup, kita belum wafat, kita belum di alam kubur, kita masih hidup. Nah, disinilah cerdasnya orang beriman, kesadaran bahwa hidup ini sekejap karena itu diolahnya hidup sekejap ini berarti untuk hidup panjang hari tanpa akhir. Dan ini memotivasi kita, mendorong diri kita untuk berbuat baik. Mumpung masih hidup, mumpung masih sekejap.

Kita tidak mau terjebak oleh hanya karena keenakan sekejap tapi sengsara, rugi, menyesal, soro berkepanjangan. Dari malas, berbuat sia-sia apalagi melakukan perbuatan maksiat dan kedzaliman. na’udzubillah… Menyebutnya saja muak apalagi melakukannya. Karena itulah Kang, mari kita sama-sama niru-niru kebiasaan yayank kita Nabi Muhammad SAW. Manusia tercerdas yang manfaaatin hari, jam, menit, detik berarti. Beliaulah tauladan terbaik kita. Tauladan yang memberikan contoh terbaik.



1) Qiyamul lail

Beliau mengawali harinya dengan tahajud. Tidak sembarang orang yang mampu dan mau nglaksanain sholat tahajud. Semua kita bisa bangun malam tapi belum tentu mau sholat malam. Mungkin begadang nonton bola, main kartu, cangkrukan, jagongan, ngegosip. Kecuali hamba pilihanNya. Syarqul mukmin sholatuhu bil lail (“kemuliaan seorang mukmin dikarenakan sholat tahajudnya”). Dan itulah yang membuat mereka mulia. Wong lek sregep tahajud jiwanya hidup. Gimana gak hidup? Ketika malam enak-enaknya mlungker turu dia bangun melek mata hatinya. Di tengah kegelapan dia mengakses nur hidayah Alloh. Sehingga malaikat terkagum-kagum sehingga hormat kepada hamba Alloh yang tahajud.

Alloh menjajnjikan keutamaan qiyamul laui:
Wa minal laili fatahajjad bihi nafilatan laka ‘asa an yab’tska rabbuka maqaman mahmuda
(” Hendaklah engkau bangun di penghujung 1/3 malam sebagai sholat sunah tambahan. Niscaya tentu insyaAlloh pasti Alloh akan menempatkanmu kedudukanmu pada maqom yang terpuji.”). Terpuji di mata Alloh.

Fajafa junubuhum anil madhojih (” Hei malaikatku! Lihatlah hamba-hambaKu yang menjauhkan punggungnya dari bantal kasurnya)
Wal mustaghfirina bil askhar wa bil askhari hum yastagfirun (” Dan mereka beristighfar, memohon ampun di waktu sahur”)

Alloh memuji ciptaanNya yang qiyamul lail. Maka siapapun yang ingin terpuji di mata Alloh manfaatkanlah melek di tengah malam. Ojo ‘mbathang’ kemulang sarung ae.

Alloh berfirman dalam hadist qudsi:

“Jika hambaKu bangun di tengah malam. Kemudian takbir Allohu Akbar..Seakan ia memanggilKu. Maka Akupun turun ke muka bumi, Aku hampiri hambaKu yang memelas di tengah malam. Aku tanyai:” Duhai hambaKu, pilihanKu, kekasihKu, pak le’k, kang, cak apa yang kau pinta dariKu? Adakah masalah-masalah yang ingin Kubantu untuk menyelesaikannya? Pasti Kutunjukkan jalan keluar baginya. Adakah dosa-dosa yang ingin Kuampuni? Pasti Kuampuni.”

Rintihan sukma, tangisan batin kan didengar oleh Maha Pendengar karena memang kita memanfaatkannya di tengah malam. Prime time/ waktu terpilih/ waktu utama lalu haruskah kita sia-siakan? Sedangkan waktu tidak pernah terulang.
Sambutlah hari dengan qiyamul lail

Rasulullah SAW bersabda: ‘Alaikum bi qiyamul lail fainnahu dakbus shholihiina qoblakum. (“Hendaklah kalian kalian melakukan sholat malam. Karena ia merupakan perilaku / adat kebiasaan orang-orang shaleh, para rasul, para wali sebelum kalian. Dan juga pendekatan diri kepada Alloh secara maksimal. Penghalang dari dosa, penghapus segala keburukan, dan penghalang bebagai macam penyakit dari tubuh.”) MasyaAlloh…

Begitu banyak kegembiraan qiyamul lail. Sampai Rasululloh SAW memberitakan gembira bagi seorang suami yang bangun terlebih dahulu lalu memercikkan air ke muka istrinya, qiyamul lail.
Imam Ghozali ketika ditanya oleh muridnya,” Apakah aku termasuk orang yang ikhlas?”. Beliau menjawab dengan balik bertanya,” Apakah engkau termasuk orang yang bangun di tengah malam, tahajud?

Maka qiyamul lail ciri khas hamba Alloh yang ikhlas. Dia rela mengabdi kepada Alloh di tengah malam. Shalat artinya berdoa. Doa artinya memohon. Saking butuhnya ia kepada Alloh sampai malam pun ia bangun menghadap Alloh.
Subhanallloh… indah sekali.
Ayo tahajud jeh…



2) Membaca Al Quran dan terjemahannya

Dianjurkan mebaca Al Quran di waktu fajar, sebelum subuh atau setelah subuh. Sebelum matahari terbit, sebelum mata melihat dunia/ komputer/ uang/ dollar/ kuliah/ kerja/ peristiwa-peristiwa dunia di siang hari sebaiknya mata kepala ini melihat Al Quran terlebih dahulu. Alloh akan menyehatkan mata kepala dan mata hati orang yang membaca Al Quran, karena syaraf mata sesuai dengan huruf-huruf Al Quran (hasil seminar di Malaysia tahun 1993).

Tidak heran ulama-ulama senior kita, sesepuh masih bisa melihat dengan jernih karena beliau selalu membaca Al Quran. Sehingga Alloh sehatkan ‘matane’. Itu mata kepala, apalagi mata hati.

Alloh beri nur/ bimbingan orang-orang yang membaca Al Quran sebelum kakinya melangkah ke dunia ini, pikirannya memikirkan dunia ini, matanya melihat dunia ini, ia sudah melihat Al Quranul karim. Sudah Al Quran masuk ke dalam hatinya. Sehingga hatinya terang benderang, tidak gampang diprovokasi oleh dunia ini. MasyaAlloh…

Dan tentu membacanya tidak sekedar membaca, bukan sekedar mengaji yang selama ini. Tapi mengkaji. Cak Ali bin Abi Thalib mengingatkan: La qiroata illa bi tadabbur (” Tidak ada bacaan Al Quran kecuali dengan tadabbur/ pemaknaan/ pemahaman”). Mungkin semua kita sudah berkali-kali khatam al Quran, tapi sedikit kita yang khatam terjemahan Al Quran. Sejujurnya kita belum banyak paham dengan Al Quran. Bagaimana Al Quran bisa hidup dalam diri kita? Kecuali hanya bacaan, hanya ritual.
Kebanyakan al Quran di rumah kita berdebu, karena kita jarang membacanya. Al Quran jarang disentuh, Al Quran hanya sebagai pajangan. Kalaupun disentuh karena ada kepentingan, ada kerabat meninggal, itupun bacanya berat sekali kayak orang ngantuk.

Ah pie iki rek??
Al Quran adalah petunjuk hidup yang menyelamatkan kita dunia-akhirat. Kalau ingin selamat pegang dong Al Quran yang menyelamatkan hidup kita. Kalau bukan Al Quran apa dong petunjuk hidup kita? Koran? Majalah gosip kawin cerai artis? Acara televisi gosip? Sinetron-sinetron percintaan cengeng? Mereka akan menyesatkan kita dari jalan Alloh, lalai kita akhirnya.

Alloh mengingatkan dalam hadist qudsi,” Apabila kau ingin diskusi denganKu, kau ingin ngomong denganKu, kau ingin bicara denganKu, hendaklah kau baca quranKu.”
Subhanalloh..
Kita bisa ngomong dengan Alloh, bisa bicara dengan Alloh, bisa diskusi dengan Alloh, Alloh yang menciptakan kita!! Alloh yang memiliki kita!! Alloh yang mengatur alam semesta ini!! Alangkah indahnya kita bisa berdialog langsung dengan Alloh dengan membaca Alquran!!
Dong gak sih…

Mestinya ini mamacu kita untuk terus membaca Al Quran. Lalu haruskah kita lalui hari tanpa membaca Al Quran? Sudahkan Anda hari ini membaca Al Quran? Siapa sih yang gak ingin ngomong dengan Alloh? Yang gak ingin dialog dengan Alloh? Alangkah bahagianya bisa berdialog dengan Alloh. Inilah saatnya kita mencintai Al Quran.

Rasululloh SAW sedih menyaksikan kita meninggalkan Al Quran, hijrah, meninggalkan Al Quran, mencari bacaan-bacaan murahan. Bahkan menjadikan bacaan-bacaan murahan sebagai Al Quran. Pagi-pagi belum membaca Al Quran, koran sudah dibaca sambil minum kopi. Kuwalik rek… Quran sek baru koran.
Inilah saatnya Ikhwan Akhwatillah rahimakumulloh…

Kembali kita membacanya, memahami, menghayatinya, belajar sungguh-sungguh. Lalu kita ajarkan. Karena sebaik-baik manusia di muka bumi ini adalah mereka yang belajar dan mengajarkan Al quran (taalamal quran wa ‘allamah). Hanya dengan Al Quran kita akan dibimbing oleh Alloh SWT, selamat di dunia selamat di akhirat.

Dan Al Quran itu mukjizat yang Alloh jaga sampai hari kiamat. Sekali lagi mukjizat! Mukjizat yang diabadikan Alloh sampai hari kiamat! Mestinya kita terkagum-kagum melihat mukjizat itu. Tidak heran mereka yang membacanya Alloh beri keajaiban dalam hidupnya, untuk menyelesaikan problematika kehidupan ini. Al Quran menjadi nur/ cahaya di tengah kedzaliman yang saat ini merajalela! Al Quran menjadi pembeda halal-haram/ hak-batil! Sehingga ia clear/ jelas melihat halal haram hak batil, lalu ia pun diberi kemampuan dan kemauan untuk melaksanakan yang hak menjauhi yang batil. Indah sekali…
Kalau kita ditanya,” Ngapain awakmu moco Qur’an, tapi gak ngerti artine. Percuma.”

Jawablah,” Mending pak le’k, tinimbag gak moco blas. Opo maneh ngerti artine, tambah siip.”
Pak le’k menimpali,” Oke jeh.. Oke jeh..aku takmelu moco Qur’an lek ngono.”

Kita pun berkomentar,” Yo ngono, ojo pinter ngomong bid’ah naglor-ngidul, sementara pakle’k dewe gak tau poso senin-kamis, ngaji, tahajud, shalat dhuha, poso daud, sering merasa paling bener/ piner, mbanggakne jenggot tok, opo maneh amar ma’ruf. Capek deh.”

Ayo kita mulai. Mulai. Jangan tunda lagi! Peganglah Al Quran, bacalah dengan berwudlu. Simaklah setiap lafadz, setiap kata. Dan rasakan Alloh berbicara dengan kita melalui Al Quran.
Sudahkah Anda hari ini membaca Al quran?



3) Shalat berjamaah di masjid/ musholla

Tentu lebih utama adalah muslimun/ mukminun/ kaum pria. Dan wanita lebih utama di rumah. Secara kodrat berbeda tapi fitrah derajatnya sama. Bagaimana Kalau berjamaah di rumah? Nah, Rasululloh SWA juga punya keluarga, istri dan anak. Sahabat juga punya istri dan anak. Tapi Rasululloh SAW dan sahabat semua ke masjid. Artinya, selama suami ke masjid, ayah ke masjid, sebanyak itu pula Alloh beri keberkahan bagi keluarga yang ada di rumah. Walaupun wanita tidak dilarang untuk ke masjid.
Subhanalloh… Bijak sekali Alloh SWT

Masjid baitulloh rumah Alloh. Tidak heran orang-orang yang mencintai Alloh sangat senang dengan rumah Alloh. mengunjungi rumah Alloh, bersilaturahim kepada Alloh SWT. Sampai Rasul mengingatkan berita genmbira bagi mereka di hari kiamat dengan bahasa Qolbuhu muallaqun bil masajid (“jantungnya orang beriman itu ada di masjid. Jantung bergantung di masjid”)

Dia hanya betah di masjid. Tidak heran bumi ini menjadi masjid baginya karena senangnya ke masjid. Kantor, rumah, hotel, tempat kuliah, rumah sakit, pabrik, gubuk kolong jembatan, menjadi mushola tempat ia berpijak hamparan sajadah. Kalau dia berbicara dakwah. Kalau dia berdiam berdzikir. Nafasnya tasbih. Matanya rahmat. Telinganya terjaga. Fikirannya baik sangka. Tangannya sedekah. Kakinya jihad. Kekuatannya adalah silaturahim. Hatinya diam, diam berdoa, doanya diam-diam. Kerinduannya tegaknya syariat Alloh. Tauladannya Nabi muhammad SAW. Cita-citany syuhada.

Kesibukannya asyik memperbaiki diri. Bumi benar-benat menjadi masjid baginya. MasyaAlloh…
Keberkahan demi keberkahan akan diraih bagi mereka yang senang ke masjid. Bagaimana gak berkah? Lha wong kakinya belum ke kantor, belum ke pasar, belum ke kampus, belum ke sawah, lebih dahulu ia kangkahkan ke masjid. Sehingga kakinya penuh dengan keberkahan. Karena masuk rumah berkah/ masjid baitul barokah. Pusat berkah, sentral keberkahan.

Berkah artinya kebaikan. Berkah artinya manfaat. Berkah artinya kesuksesan. Maka siapapun yang ingin hidup manfaat, ingin sukses dunia-akhirat jangan tinggalkan baitulloh (rumah Alloh). Dalam haji kita juga dilatih arba’iin (tempait kita melatih diri/ mentraining diri mencintai masjid). Jangan cerita arba’iin dong kalau pulang gak ke mesjid (makbul tidaknya suatu amal tergantung perilaku dia setelah melaksanakan amal tersebut)

Dan orang ke masjid itu orang-orang penuh keberkahan dan ia akan diberkahi oleh Alloh. Dimanfaatkan oleh Alloh, sehingga menjadi hamba yang bermanfaat. Kalau suami senang ke masjid dia akan membawa berkah bagi keluarganya yang ada di rumah. Kalaulah dia seorang pemimipin gemar kemasjid maka alangkah berkah rakyatnya. Semoga pemilu kemarin akan melahirkan pemimpin yang membawa berkah bagi rakyatnya. Amiin..

Nampaknya masjid menyeleksi kita, memilah kita, mana diantara kita yang beriman dan belum beriman. Terlihat jelas ketika adzan Allohu Akbar.. Allohu akbar (Alloh maha besar.. Alloh maha besar) di situ akan terlihat jelas mana di antara kita yang mengagungkan dunia dan mana yang mengagungkan akhirat. Yang mengagungkan Alloh pasti serta merta saat itu juga dia ke masjid memenuhi panggilan Alloh. Datanglah ke masjid 5 atau 10 menit sebelum adzan berkumandang. Buatlah cemburu malaikat karena wajahmu akan bersinar terang laksana matahari kelak di hari kiamat. Bergembiralah bagi kita yang berwajah hitam, harapan itu masih ada:-)

Sebenarnya apa sih repot kita, apa sih sibuk kita kok sampai gak mau ke masjid. Kebangeten! Adzan iku panggilan pengeranmu rek! Sing nyiptakne kon! Sing nguripne kon! Sing nentukne nasibmu! Sing ngekei rejekimu! Sing bakal mateni lan nguripne kon ne dino kiamat! Sing bakal nentukne nasibmu ne dino kiamat!! Luih penting ndi nasibmu ne dino kiamat opo sibuk pekerjaanmu di dunia??
Rasululloh SAW bersabda,” Seandainya manusia mengetahui betapa besar pahala shalat berjamaah isyak dan subuh di masjid, niscaya merangkak pun mereka akan mendatanginya!”

Ayo kita makmurkan masjid, maka masjid pun akan memakmurkan kita karena masjid adalah baitulloh (rumah Alloh). Ayo rek meskipun rumah kita jauh, meski gelap, meski dingin, hujan turun lebat, ayo tetep bersemangatlah shalat berjamaah di masjid. Karena orang yang senang ke masjid rasa takutnya dicabut oleh Alloh. Itulah rahasia keberanian para Pejuang palestina, Afganistan , Irak, chechniya.
Kang Abdulloh bin Ummi Maktum saja yang buta oleh Rasul tidak diberi keringanan untuk tidak shalat berjamaah di masjid selama dia mendengar adzan. Apalagi kita yang ‘matane’ plorak-plorok gak tau nyang masjid. Jangan sampai buta mata hati kita dengan meninggalkan shalat berjamaah di masjid.
Jangan tunda lagi. Berniatlah mulai saat ini. Nikmatilah ibadah ke masjid itu. Kita akan bertemu dengan saudara-saudara kita seiman. Nampaknya masjid mengumpulkan orang-orang beriman sebagaimana masjid mengumpulkan orang beriman kelak di hari kiamat untuk melewati jembatan shiratal mustaqiim menuju surganya Alloh ‘Azza wa Jalla. Amiin…
Kabulkan doa kami ya Alloh.



4) Membiasakan setiap hari sedekah

Rasululloh SAW mengingatkan,” Carilah rejeki dengan bersedaekah, jeh. Cari rejeki dengan bersedekah jeh.” Jadi siapapun yang ingin mendapatkan rejeki dengan mudah dimulaialah dengan sedekah. Bukankah sebelum mendapatkan ikan kita memancing, dan pancingan itu mungkin juga kita berikan modal makanan pada pancingan kita untuk menangkap ikan-ikan. Maka siapapun yang ingin menangkap rejeki di dunia ini mulailah dengan sedekah!

Sayaj’alulloahi ba’da ‘usrin yusron. At thalaq:7 (“Niscaya Alloh mudahkan urusannya. Alloh mudahkan saat ia sulit. Alloh berikan jalan keluat saat ia punya masalah. Doanya mustajab. Bahkan dirinya pun dijaga kesehatannya melalui sedekah.”) Sampai Nabi Muhammad SAW mengingatkan,” Hendaklah kalin berobat dengan sedekah.”

Dan Alloh sangat menyenangi hamba yang bersedekah (al mutashaddiqiin wal mutashaddiqaat). Alloh sayangi mereka yang gemar bersedekah, baik dalam keadaan senang maupun susah, siang-malam, sembunyi-sembunyi atau terang-terangan. Memang dia suka sih, ada gak ada orang dia akan terus bersedekah. Alloh menyayangi mereka, sehingga Alloh menyiapkan ampunan dosa untuk mereka. Dan Alloh beri ganjaran yang agung.

Sedekah akan menutupi dosa-dosa, kesalahan-kesalahan kita. Maka siapa saja diantara kita yang lalai/ melakukan dosa/ maksiat cepat-cepatlah tutupi murka Alloh dengan sedekah. Alloh bersihkan setiap kali kita besedekah. Jagalah sedekah. Dan justru khasnya orang beriman kesenangannya menolong. Kesenangannya berbuat baik. Ia akan senang kalau sudah hari ini bersedekah.



5) Shalat Dhuha

Shalat dhuha nampaknya enteng, ringan, hanya 2 rekaat minimal. Tapi justru besar nilainya. Di saat kesibukan sempat-sempatnya ia mengingat Alloh, bahkan menyengaja menyempatkan diri menghadap Alloh di saat kesibukan manusia. Sangat utama.

Ketika dulu di pondok pesantren shalat dhuha, orang tua/ mbah kyai datang membacakan firman Alloh: Waddhuha. Wal laili idza sajaa. Ma wada’aka rabbuka ma qalaa. Pesan beliau,” Selama engkau menjaga dhuha, Nak. Menjaga tahajud, Nak. Ma wada’aka rabbuka wa ma qalaa (” Niscaya Alloh tidak akan tinggalkan kamu! Alloh akan jaga kamu! Alloh lindungi kamu! Alloh bimbing kamu! Jaga malam dengan tahajud, jaga siang dengan dhuha. Selamat dunia-akhirat, selamat siang-malam, selamat lahir-batin”)

Rasululloh SAW bersabda,” Setiap ruas dari kalian wajib memberi sedekah. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir pun juga disebut sedekah. Namun itu semua cukup dibandingi dengan hanya 2 rekaat shalat dhuha, jeh.”
Dalam hadist lain,” 2 rekaat shalat dhuha lebih bik daripada dunia dengan segala isinya.” Pisan maneh,” Shalat dhuha 2 rekaat lebih baik daripada dunia dengan segala isinya.”
Tentu hanya orang beriman yang percaya / yakin keutamaan dhuha ini yang akan menjaga shalat dhuha. Sungguh indah mereka yang menjaga dhuha…



6) Biasakan menjaga wudhu

Karena wudhu adalah ziinatul mukminiin (perhiasaannya orang-orang beriman). Alloh menyenagi orang-orang beriman yang selalu menjaga wudhunya. Mengkilat, berkilau,
bercahaya, di hadapan para malaikat. sehingga malaikat terpukau lalu kagum kemudian 2
doa dari malaikat bagi mereka yang senantiasa menjaga wudhunya.

allohummaghfirlahu war hamhu (“Ya Alloh sayangi dia ampuni dia ya Alloh”) dan doa itu terjadi selama dia menjaga wudhunya.

La yuhafidzul wudhu illal mukminuun (tidaklah menjaga wudhu kecuali
orang-orang beriman). Imam Ghozali pun menyebutkan diantara ciri orang khas
orang beriman adalah mereka yang selalu menjaga wudhunya. Dan mereka yang
meninggal khusnul khotimah adalah mereka yang meninggal dalam keadaan berwudhu.
Dan Alloh tegas sekali menyatakan sayangnya, cintanya kepada hamba yang
berwudhu al baqoroh 222.

Innallahu yuhibbut tawwabiina wa yuhibbul mutathohhiriin (“sayang sekali Alloh kepada
orang yang selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya”). Kesucian lahir dengan selalu
menjaga wudhunya.

Batal wudhu, batal wudhu, batal wudhu, dan ia nikmati setelah batal ia lalu ia
berwudhu lagi. Seakan ia selalu sholat karena ia selalu menjaga wudhunya. Pantas
alloh menyayanginya. Karena ia menghendaki menyukai kesucian dan Alloh
menyayangi mereka yang menghendaki kesucian. Terima kasih saudaraku..

(kalau habis B.A.B ato kencing ato buang angin antum gak berwudhu apa bedanya antum dengan saudara antum yang berkaki 4 ^-^)

Wudhuo po’o ce’e malaikat gak bingung iki menungso ta kewan..



7) Istighfar setiap saat, istighfar setiap detik denyut jantung, setiap nafas.

Rasulullah SAW bersabda:
Man laziman istighfaaran ja’alallahu min kulli dhaifin makhrajaan wa min
kulli hammin faraajaan wa yarzuqhu min khaitsu la yakhtasib

Artinya:” Barangsiapa yang melazimkan mendawamkan membiasakan istighfar
maka Alloh lapangkan saat ia sempit! Alloh mudahkan saat ia sulit! Alloh gembirakan
saat ia sedih! Dan Alloh beri rejeki dari jalan yang tidak pernah ia duga.”

Lihat surat Nuh 10, 11, 12 Alloh berikan generasi yang saleh,
Alloh mudahkan ia mendapat rejeki, Alloh makmurkan hidupnya, negerinya
penuh keberkahan. Ah tidak terbayang kalau negeri kita ini semua umat islam
berdzikir, beristighfar, bertaubat kepada Alloh, maka akan turunlah keberkahan
dari langit dari bumi untuk negeri tercinta ini.

Mari semua kita beristighfar, semua kita berdzikir, semua kita bertaubat..
Fadzkurullaha katsiiran la’allakum tuflihuun, wadzkurullaha katsiiran la’allakum tuflihuun

“Berdzikirlah kalian kepada Alloh, beristighfarlah kalian kepada Alloh, niscaya Alloh
akan beri kebahagiaan , kemenangan.”


Dalam surat Al Jumuah 10 dan An Nur 31 Alloh berfirman:

Yaa ayyuhal ladziina amanuu tubuu ilallahi jamii’an ayyuhal mukminuun
la’allakum tuflihuun.”

Artinya:” Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kalian kepda Alloh,
semua. Niscaya kau kan menang, kau kan bahagia, kau akan makmur.”
Tetkalau ingin negeri ini makmur semua kita istighfar. Karena
masalah-masalah yang kita hadapi selama ini tidak cukup diselesaikan
dengan ilmuwan banyak pakar malah banyak makar. selesaikanlah dengan
mohon ampun kepada Alloh maka Alloh berikan ide-ide langit,
ide-ide menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi.
Orang kalau banyak istighfar disayang oleh Alloh karena ia
menyukai kesucian dan orang beristighfar ingin dirinya suci. Istighfar membuat hati
ini halus. Istighfar membuat doa mustajab. Istighfar membuat kita saling menyayangi.
Maka akan disayangi Alloh.


Ikhwan / akhwatillah biasakanlah istighfar…

Inilah 7 sunah harian Rasululloh SAW:

1) Tahajud, kita akan mendapat nur / hidayah
2) Membiasakan membaca al quran, kita akan dibimbing selalu oleh Alloh
3) Langkahkan kaki ke mesjid sholat berjamaah, niscaya kita akan menjadihamba Alloh yang berkah
4) Jaga sholat dhuha, Alloh mudahkan untuk mendapatkan rejeki
5) Jaga sedekah setiap hari, maka Alloh mudahkan setiap urusan kita
6) Biasakan menjaga wudhu, maka malaikatpun terus-menerus mendampingidan mendoakan kita
7) Perhebat istighfar, Alloh pun sayang pada kita.


Lakukan ini terus-menerus mumpung masih hidup. Ad dunya jihadun wal mautu rohatun. Dunia ini jihad, dunia ini berjuang, capek-capek memang tempatnya dunia ini. Klo begitu kapan dong istirahanya?? Istirahatnya…Wal mautu roohatun (kematian itulah istirahat). La arol mauta illas sa’adah (tidaklah aku
lihat kematian kecuali kebahagiaan). Dan itu ungkapan para waliyullah.

Maka mulailah saat ini, bertekadlah darimanapun 7 sunah nabi kita mulai untuk mampu melaksanaknnya. Lalu syukur sudah bisa 7 sunah nabi. Kita kembangkan lagi dengan puasa SENIN-KAMIS, puasa DAUD, kita lanjutkan lagi dengan AMAR MA’RUF. Lalu kita lanjutkan bersama-sama menegakkan syariat Alloh. Inilah khasnya orang-orang beriman.

Yang paling cerdas paling pintar diantara umatku adalah mereka yang paling banyak mati, lalu mempersiapkan hidup setelah mati. 7 sunah nabi adalah persiapan kita menghadap Alloh SWT. Kematian kerinduan, karena mati pintu berjumpa dengan Alloh. Di dunia ini kita menanam pada pada saatnya kita mengetam.

Selamat mengetam Saudaraku...

Demi kebaikan, forwardlah oret2an semrawut di atas ke pacar/ teman/ siapa saja. Jangan masuk surga sendirian.



(bejoman.blog.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar