Rabu, 12 Mei 2010

Menggenggam Kebahagiaan Yg Ada

Alkisah,

Seorang anak desa miskin yg hidup sederhana tetapi ia menjalaninya dengan bahagia. Suatu ketika menemukan biji semangka ajaib. Ditanamnya biji semangka tersebut dihalaman blkg gubuknya yg jelek. Dalam hitungan hari, pohon semangka itupun tumbuh besar. Semakin besar, hingga melebihi pohon-pohon disekitarnya. Dalam hitungan minggu pohon semangka yg lazimnya menjalar kini malah jauh menembus awan. Orang-orang sedesa takjub dibuatnya. Suatu malam Jack, si anak desa ini, bermimpi. Ia di datangi seorang peri yg berkata bahwa nun jauh di atas pohon itu terdapat berbagai macam emas, permata dgn berbagai bentuk yang akan mengubah nasibnya. Untuk mendpatkan itu semua tidaklah mudah. Tantangan yg 1, Jack harus memanjatnya sendiri. Tak boleh berhenti, walau selelah apapun. Tantangan 2, Jack harus menghadapi raksasa yg menjaga semua harta itu, raksasa yg bercokol di puncak pohon & tak pernah tertidur. Tantangan 3, Jack hanya boleh membawa harta secukupnya, artinya hanya boleh membawa sebanyak yg ia bisa bawa dgn tangannya.Tidak boleh menggunakan karung, tas, atau apapun selain genggaman tangannya sendiri. Tak ada yg boleh membantunya dgn cara apapun.

Jack pun menyanggupinya. Ia berharap semua kekayaan yg nanti akan dimilikinya akan mengubah hidup. Pagi harinya, Jack memberanikan diri untuk memanjatnya walau hati kecilnya ragu. Ia tahu bahwa memanjat pohon yg tingginya berkilo2 meter bukan perkara mudah. Dan iapun bertekad memanjatnya. Semua anak, istri, saudara & orang sedesa mengiringi kepergiannya. Isak tangis pecah diantara mereka. Semua tahu bahwa Jack pergi untuk mengubah nasib, tetapi mereka juga tau bahwa Jack bisa saja tak akan pernah kembali lagi.

Singkat cerita, Jack berhasil memanjat pohon tersebut. Jack berhasil menghadapi (bukan mengalahkan) si raksasa.

Tapi semua emas & berlian yg diceritakan oleh ibu Peri terlalu besar & berat untuk dibawa. Ia takkan sanggup menentengnya, Bagaimana membawa harta itu turun dari pohon? Ia pun mencoba melemparkannya dari atas awan, tetapi setiap kali jatuh menyentuh bumi, emas & berlian itu lenyap. Jack teringat pesan ibu Peri bahwa ia harus membawanya turun dgn tangannya sendiri. Jack bingung & tertegun. Ia telah berusaha memanjat pohon semangka ini, ia juga berhasil menghadapi sang raksasa. Untuk apa semua itu? Tak lain untuk mendapatkan kebahagiaan, yaitu semua hal yg ia idam2kan guna memperbaiki nasibnya. Tapi kini berbagai jenis harta berharga itu ukurannya terlalu besar, jauh lebih besar dari bola basket. Dan terlalu berat, jauh lebih berat dari bola bowling. Jika ia memaksa membawa satu saja, maka nyawa taruhannya. Bisa saja Jack tergelincir jatuh melayang menghantam bumi jika tangan kanannya menggenggam berlian yg besar & berat, sedang tangan kirinya harus bergelayut pada ranting pohon raksasa itu, menahan tubuhnya agar tidak jatuh ke bumi.

Orang-orang di desa hanya bisa menatap dari bawah. Tak ada yg membantu. Sebagian menangis, sebagian lagi bewrsorak memberi semangat, sisanya menyalahkan.

Jack masih diatas sana, terdiam. Ia bergumam, kebahagiaan macam apa yg ia cari? Apa yg ia dapatkan diatas sini, tak akan berguna apa-apa jika ia tak mampu membawanya ke bawah. Semua emas, berlian & barang2 berharga ini bisa ia nikmati sepuasnya diatas sini tapi tidak dibawah. Maka semua harapan untuk mengubah nasibnya adalah upaya sia-sia. Jack bingung, Jack sendiri diatas sini dan Jack tak mengerti harus berbuat apa.

Yang ia tahu, Jack harus pulang... Kembali menjalani hidup di gubuk yg reot, mencangkul sawah, dan hidup sederhana. Jack bahagia dgn hidup sebelumnya walau belum lengkap, karena tanpa kemewahan.

Kini Jack paham bahwa kebahagiaan yg di cari seharusnya bukan dengan cara menukarnya dengan kebahagiaan lain. Kebahagiaan yg ia miliki seharusnya ditambah dgn kebahagiaan-kebahagiaan baru. Bukan ditukar. Ditambah dgn kebahagiaan baru, dan bukannya diganti dgn kebahagiaan yg lain. Sehingga makin hari jumlah kebahagiaan itu semakin bertumpuk. Itulah harta yg sesungguhnya. Itulah sebenarnya yang harus dilakukan. (YK)

Raihlah kebahagiaan dg menggenggam kebahagiaan dari apa yg saat ini sudah qt punya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar