Teringatkah kau akan hari itu
Keringatmu bercucuran dan tangan gemetaran
Di kanan kirimu orang-orang yang kau hormati datang
di harimu yang agung
Sejak itu yang haram menjadi halal
antaramu dan dia
sejak itu yang mudah menjadi fitnah
berubah menjadi doa-doa penuh harap keberkahan
Tepat sesaat setelah janji suci Ijab Qabul kau ucapkan
قَبِلْتُ نِکَاحَهَا وَ تَزْوِيْجَهَا عَلَي الْمَهْرِ الْمَذْکُوْرِ وَ رَِضِْیتُ بِهِ وَ اللهُ وَلِيُّ التَّوْفِیْقِ
(Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur
wa Radhiitu bihi, Wallahu Waliyut Taufiq)
Artinya: “Aku terima pernikahan dan perkawinannya
dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu.
Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah”
Agar kau sadari bahwa ini gerbang yang telah kau lalui
Supaya kau ingat kehidupan sesungguhnya baru dimulai
Biar kau tahu bahwa kenyataan ini akan tetap indah
Dengan seseorang yang mendampingimu selalu disisi
Dalam senang maupun sedih
Kau telah membuka mata lebar-lebar
Membuka telinga lebar-lebar sebelumnya
Mencari dan mencari kemana-mana siapa yang kan mendampingi
Lalu memilihnya. Cintamu memilih dia
Dan dia menunggumu. Hatinya penuh harap selama ini
Menolak dan menepis yang tak disukainya. dan itu haknya.
tapi mulai hari itu
Kau harus menutup mata dan telinga
atas segala kekurangannya
sebab kau sendiri pun punya jua
Saling menutupi antaramu adalah kehendakNya
Itulah aib keluarga yang harus dijaga
Kini yang harus kau buka adalah hatimu
juga jiwamu. Sirami dengan kasih setiap hari.
agar menyatu seia sekata
menghadapi segala duri tajam kehidupan
Teringatkah kau akan hari itu
Apakah alasanmu hari ini untuk melukai dia yang mendampingi
Yang berubah menua seiring waktu
Yang merapuh luruh menantimu pulang setiap malam
Yang telah melahirkan anak-anakmu
Apakah ?
Teringatkah kau akan hari itu
Meski godaan dan cobaan hadir dipelupuk mata setiap hari
Di kantor, di jalan atau dimanapun kau berada
Akankah kau berpaling tak setia
Dan menyakiti perasaannya dan siapapun yang berdoa ikhlas
pada hari Ijab Qabulmu dulu ?
Wajah-wajah mereka ingatlah...
Apakah khilaf ? Bila niat itu kau tanam
dalam kegelapan hatimu sembunyi-sembunyi...
Kini ucapkan kata cinta kepadanya
Setulus hatimu
dan tetap ingatlah hari bersejarah itu.
Bawalah selalu kemana-mana
dan jangan lagi kau sakiti dia yang mendampingi
sebab dia itusan Allah untuk bersamamu...
Irfan Hidayat
29012010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar