PANGGILAN ALLAH, DALAM NYATA MUNGKINKAH (Ke-III)
THAHARAH
فَلَا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ فِي كِتَابٍ مَّكْنُونٍ لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ أَفَبِهَذَا الْحَدِيثِ أَنتُم مُّدْهِنُونَ
Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian ini,
Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah agung kalau kamu mengetahui,
sesungguhnya “teks ini sangat mulia”,
pada kitab yang terpelihara (terjaga),
TIADA YANG MENYENTUHNYA KECUALI ORANG-ORANG YANG DI SUCIKAN.
Diturunkan dari Tuhan Semesta Alam.
Maka apakah kamu menganggap remeh saja (peristiwa ini) ini?. QS. al-Waqi'ah (56) : 75-81
Thaharah adalah berasal dari kata thahara (طَهر) suku kata tha (طَ) ha (ه) ra (ر) yang berarti menjadi bersih (to be pure, clean) membersihkan atau mensucikan (to cleanse), kebersihan;kesucian (purity, chastity) berhati suci (chaste, virtuous).
Dalam ayat tersebut Allah bersumpah, Dan Allah mensucikan setiap orang yang menerima “sumpah agung”, sebagai penerima sumpah agung dari Allah. Sebagai sebuah peristiwa besar (واقعِ) suatu peristiwa legalitas dari seorang hamba biasa yang ditetapkan menjadi Khalifah, Imam atau Nabi yang hal-nya hanya dapat diterima oleh orang yang telah dinyatakan thahir oleh Allah.
Itulah saat pertama beliau menerima qadar (ketetapan) yang saat itu sebagai saat memulai Amrullah, yang diterima melalui Ruh baru yang diterakan oleh Allah, yang turun bersama Malaikat atas idzin Allah.
Peristiwa ini hanya diterima oleh Khalifah, Imam atau Nabi, saat beliau memperoleh ketetapan dan Zaman baru.
Setiap Zaman baru selalu di mulai dengan lembaran baru (bukan kertas) thahir, Atau Shuhufan Mutaharah, lembaran itu di mulai dari 01-01-0001. Yang menanggalkan segala kalender yang ada dikarenakan kalender lama telah di najiskan oleh Ahlikitab dan Ahli agama-agama.
Dalam nyata 01-01-0001 bergulir dari hari ke hari yang dinyatakan dengan penjelasan atau keterangan (al bayyinat) yang disampaikan oleh beliau dengan membacakan ayat dan Al Kitab dan Al Hikmah yang nyata dalam beliau dan disampaikan secara bertahap dan hingga selesai tugasnya.
Peristiwa ini menjadi peristwa yang maha rahasia atau yang dinyatakan dengan kata “Kitabun-Maknun” sehingga tidak mungkin malaikat, jin atau manusia dapat mencuri informasi tetang hal ini.
MAKA APAKAH KAMU MENGANGGAP REMEH SAJA
Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sangat menuntut penyerahan diri bagi siapapun manusia jin dan ruh. Sehingga jika jin di masa ini menolak 01-01-0001 yang Allah terbitkan kembali maka dia akan menjadi Iblis, bila Ruh menyanggah 01-01-0001 yang Allah terbitkan kembali maka dia akan menjadi Malaikat, dan bila manusia membantah hal ini maka akan menjadi,Dzalimin, Fasikin, Munafiqin, Musyrikin dan Kafirin.
Ahlikitab dan Ahli agama-agama akan menjadi yang pertama yang merasa di koreksi karena mereka yang selalu mengadakan rekayasa atas agama yang kemudian di Nisbatkan sebagai agama Allah. Dan kitabnya dinisbatkan sebagai firman Tuhan atau sabda Rasul Masa lampau.
FITHRAH
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Maka maqamkanlah diri mu bagi Dien yang Khanief (mengalir), fitrah Allah Nyata dalam Manusia, atas halnya tidak ada perubahan dalam Allah menciptakan. Itulah Dien yang Khanief (mengalir); tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, QS. ar-Rum (30) : 30
Setelah Khanief (mengalir) nya Dien Allah pada Khalifah, Imam atau Nabi, sejak ditetapkan 01-01-0001 hendaknya setiap Ruh, Jin dan Manusia, me-maqamkan diri dalam Dien Allah beserta Khalifah, Imam atau Nabi di masa-nya.
مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
Dengan kembali (bertaubat) kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,
yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. QS. ar-Rum (30) : 31-32
Dengan kembali (bertaubat) kepada-Nya dengan cara menanggalkan perpecahan agama berbangga atas golongannya. Karena hal tersebut adalah kemusyrikan yang nyata.
Hanya dengan meninggalkan perpecahan agama dan menanggalkan kebesaran golongan apalagi individu, manusia dapat kembali (bertaubat) kepada-Nya.
Jika Manusia masih terbelenggu oleh perpecahan agama berbangga atas golongannya maka mereka akan tetap dalam nyata najis dan tak akan dapat menyentuh sedikitpun setiap khanief (aliran) Dien Allah.
NAJIS
Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya ORANG-ORANG YANG MUSYRIK ITU NAJIS, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. QS. at-Taubah (9) : 28
Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena SESUNGGUHNYA MEREKA ITU ADALAH NAJIS dan tempat mereka Jahannam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.
QS. at-Taubah (9) : 95
Siapapun yang terus mengakses kebesaran golongan baik Yahudi, Nasrani, Syi’i atau Sunni serta agama atau sekterian lainnya maka berarti tetap dalam nyata najis.
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, kecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta. QS. al-Hajj (22) : 30
Karena segala nama-nama yang telah di buat dan rekayasa oleh Ahlikitab dan Ahli agama-agama merupakan berhala baik yang fisik atau sekedar nama-nama.
DOGMA, DOKTRIN DAN APATIZM
Ahlikitab dan Ahli agama-agama terus menanamkan dogma doktrin dan apatizm sekuat-kuatnya hingga di antara mereka berkata:
“Wajib kita mengambil ilmu yang di bawa oleh utusan Allah masa lampau, dan mencontohnya. Dan dengan segala upaya kita ambil ilmu dari mereka”.
Bagaimana mereka akan mengambil Ilmu yang ada di antara utusan Allah masa lampau, jika mereka hidup di masa ini sementara buku-buku yang mereka milki tidak menunjukan, bahkan semakin banyak mereka membaca buku semakin mereka jauh dari Allah dan Rasul-Nya. Dan semakin berkeping-keping sekteriannya. Saat mereka membaca kitab nya, kelompok hanya ada dua yaitu (المَغضُوبِ , الضَّالِّينَ) “mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat” begitu mereka mencoba menggali ilmu lain langsung terpecah menjadi 73 golongan:
Rasulullah saw bersabda:
“Kaum (umat) Yahudi akan terpecah di antara mereka menjadi tujuh puluh satu atau tujuh puluh dua golongan, dan kaum (umat) Nasrani akan terpecah di antara mereka menjadi tujuh puluh satu atau tujuh puluh dua golongan. Dan umatku akan terpecah DIANTARA MEREKA MENJADI TUJUH PULUH TIGA GOLONGAN” (Abu Daud, at-Tarmizi, al-Hakim, dan Ahmad adalah beberapa orang di antaranya yang merawikan hadits ini.)
Saat ini jika di kumpulkan semua nama-nama sekterian baik dari Yahudi, Nasrani, Syi’i dan Sunni atau agama lain. Maka akan terkumpul ribuan sekterian. Hal ini disebabkan liberalisme agama-agama hingga setiap orang berhak mentafsirkan dan merepresentasikan Kitab-Kitab mereka yang kemudian mereka jadikan buku dan kemudian menjadi sekterian baru bagi siapa yang terpengaruh dalam membaca.
SESAAT HIDUP BERIMAN DALAM NYATA LEBIH BAIK DARI SEPANJANG UMUR YANG TELAH TERLEWATI
Selagi masih ada kesempatan kembalilah kepada Allah melalui Khalifah yang kini Nyata diantara kalian yang telah ditetapkan (qadar-kan) oleh Allah segala amr-Nya, dan telah terbit bersamaan dengan qadar itu 01-01-0001, sebagai awal dari perubahan Masa baru.
Ya... Beliau memulai dari dirinya karena segala ketetapannya hanya beliau dan Allah yang tau. Persis seperti Imam Ibrahim menerima ketetapan sebagai Imam atau Khalifah Daud menerima ketetapan sebagai Khalifah dan Persis seperti Nabi Muhammad saw ditetapkan sebagai Nabi.
2500 tahun bagi Yahudi, 2000 tahun bagi Nasrani, 1400 tahu bagi Syi’i dan Sunni disesatkan oleh para pendahulu yang dzalim, saatnya kalian kembali pada Allah melalui Khalifah yang akan membacakan ayat, mengajarkan kitab dan hikmah pada manusia sebagai sinar yang akan membebaskan Ruh kalian yang selama ini terbelenggu oleh Hawanafsu kalian.
Hidup sesaat beriman kepada Allah dan tunduk bersama utusan yang Nyata dalam hal ini “Khalifah yang real “ itu lebih baik dibandingkan seumur hidup kalian yang selama ini hidup atas tipu daya ahlikitab dan ahli agama-agama.
Janganlah kalian seperti Fira’un yang menyesal saat sedang tenggelam baru menyadari bahwa Musa as dan Harun benar:
Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "SAYA PERCAYA BAHWA TIDAK ADA TUHAN MELAINKAN TUHAN YANG DIPERCAYAI OLEH BANI ISRAIL, DAN SAYA TERMASUK ORANG-ORANG YANG BERSERAH DIRI (kepada Allah) ". QS. Yunus (10) : 90
Jika hal itu terjadi pada kalian maka Allah tak akan menerima kepercayaan sepeti ini.
Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. QS. Yunus (10) : 91-92
BELAJAR SESAAT PADANYA AKAN MEMBUAT SEGALA PENGETAHUAN YANG TELAH KALIAN MILIKI DAN KALIAN LIHAT MENJADI PENGETAHUAN YANG SESUNGGUHNYA
Di antara kalian ada manusia yang dikarunia pengetahuan, yang sesaat dalam dia jika dibading dengan 1000 bulan itu masih lebih baik dia, karena Allah telah Qadar-kan dalam dia Saat qadar atau yang kalian kenal lailatul qadar. Belajar sesaat padanya akan membuat segala pengetahuan yang telah kalian miliki dan kalian lihat, menjadi pengetahuan yang sesungguhnya.
Beliau adalah Khalifah yang real yang kini hidup dengan masa baru, yang bergulir dengan kalender yang ditetapkan dalam beliau sejak 01-01-0001.
sesungguhnya kami telah menurunkan (ruh dan amr itu) pada malam qadar (ketetapan). dan tahukah kamu apakah malam qadar (ketetapan)? malam qadar (ketetapan) itu lebih baik dari seribu bulan. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan ruh dengan izin tuhannya untuk nyatakan segala amr. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.QS. al-Qadr (97) : 1-5
DAN APA YANG DI TETAPKAN ALLAH ADALAH KETETAPAN YANG HAQ di kala mereka berkata:" Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia ". Katakanlah:" Siapakah yang menurunkan Al-kitab yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran yang bercerai-cerai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui (nya)? ". Katakanlah:" Allah ", kemudian biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya. QS. al-An'am (6) : 91
Tidak ada komentar:
Posting Komentar